Detiktoday.com, OKI – Krisis pasokan listrik yang melanda ribuan warga di Kecamatan Air Sugihan, Kabupaten Ogan Komering Ilir, Sumatera Selatan, selama bertahun-tahun mulai diurai. PT PLN (Persero) bersama Pemerintah Kabupaten Ogan Komering Ilir mengonfirmasi dimulainya proyek pembenahan jaringan distribusi interkoneksi guna mendongkrak keandalan daya di wilayah perairan tersebut.
Sebagai langkah awal intervensi teknis, sebuah transformator (trafo) tapping khusus berkapasitas 100 kilovolt-ampere (kVA) resmi dipasang di Air Sugihan, Sabtu (13/6/2026).
Langkah ini memicu optimisme realisasi proyek strategis daerah lainnya, terutama operasionalisasi fasilitas pemenuhan air bersih kelak.
Selama ini, problem geografis menjadi batu sandungan utama pemenuhan rasio elektrifikasi yang ideal di Air Sugihan. Infrastruktur kelistrikan di wilayah perairan ini mengandalkan pasokan dari Gardu Induk (GI) Mariana. Namun, bentang kabel jaringan distribusi yang melintasi jarak hingga 300 kilometer memicu penurunan kualitas tegangan secara drastis (voltage drop).
Manajer PLN Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Palembang, Arif Azanny, memaparkan bahwa arus listrik yang dikirim dari GI Mariana semula berada pada standar 20 kilovolt (kV). Namun, akibat panjangnya jalur distribusi, tegangan menyusut hingga tersisa 9 sampai 10 kV saat menyentuh titik konsumsi di Air Sugihan.
“Kondisi drop tegangan yang ekstrem ini diatasi secara bertahap melalui tujuh langkah taktis perbaikan,” ujar Arif dalam keterangannya.
Rencana aksi PLN diawali dengan optimalisasi titik sambung jaringan tegangan menengah (JTM) untuk mendongkrak tegangan primer ke posisi 11,06 kV. Selanjutnya, PLN memproyeksikan pemasangan 22 unit trafo tapping khusus guna mengatrol tegangan sekunder hingga mencapai ambang aman 205 volt. Pemasangan stimulan awal dilaporkan telah berjalan di empat desa, yakni Desa Kerta Mukti, Negeri Sakti, Mukti Jaya, dan Suka Mulya.
Secara paralel, skema pembenahan jangka menengah akan mencakup peningkatan kapasitas (uprating) JTM jalur Muara Padang menuju Simpang Heran Air Sugihan, pemecahan beban jaringan, serta penambahan penyulang JTM murni sepanjang 21,7 kilometer sirkuit (kms).
Untuk mengamankan pasokan, PLN juga tengah membuka opsi komersial pembelian kelebihan daya (excess power) dari pabrik lokal PT OKI Pulp. Adapun untuk stabilitas jangka panjang, PLN mengusulkan pembangunan Gardu Induk Air Sugihan secara mandiri guna memotong rantai distribusi yang terlalu panjang.
Dampak sistemis dari anomali tegangan ini dirasakan langsung oleh masyarakat setempat. Selain memicu kerusakan massal pada perangkat elektronik rumah tangga, ketiadaan listrik yang andal melumpuhkan rencana pengembangan fasilitas pelayanan publik dasar.
Ketua Forum Kepala Desa Air Sugihan, M. Fadly, menegaskan bahwa kepastian pasokan daya merupakan prasyarat mutlak bagi keberlanjutan program air bersih yang dicanangkan pemerintah daerah.
“Mesin-mesin pompa air berskala besar dan stasiun penguat tekanan (booster) membutuhkan suplai arus yang konstan. Tanpa listrik yang stabil, infrastruktur air bersih itu tidak akan bisa dioperasikan secara optimal,” kata Fadly.
Ditemui terpisah, Bupati Ogan Komering Ilir H. Muchendi menekankan bahwa hambatan kondisi geografis di wilayah perairan tidak boleh melegalisasi pembiaran krisis layanan dasar di tingkat tapak. Pemenuhan aspek elektrifikasi dinilai menjadi prasyarat pembuka isolasi ekonomi daerah terluar.
“Jika komitmen kuat itu ada, maka akselerasi infrastruktur di pelosok pasti menemukan jalan keluar. Ketersediaan listrik andal bukan sekadar urusan penerangan saat malam, melainkan prasyarat mutlak bagi peningkatan indeks kualitas hidup dan fondasi pertumbuhan ekonomi regional,” tandasnya.