JAKARTA, Detiktoday.com – Traders Union pada ulasannya Senin (18/5/2026) kemarin menaksir dalam jangka pendek, harga emas kemungkinan akan tetap berada dalam kisaran volatilitas tipikal antara US$ 4.470 dan US$ 4.620.
Hal tersebut karena indikator teknikal yang menunjukkan kondisi jenuh jual dan level support kunci membatasi pergerakan lebih lanjut.
Jika harga berhasil menembus di atas US$ 4.620, aksi beli kembali (short covering) dapat mendorong pengujian resistensi terdekat.
Sebaliknya, pergerakan di bawah US$ 4.470 akan mengindikasikan risiko penurunan kembali di tengah momentum yang lemah dan partisipasi pembeli yang rendah.
Anton Kharitonov, pakar di Traders Union, melihat pembelian oleh bank sentral sebagai dukungan penting bagi emas, tetapi mencatat bahwa kondisi teknis tetap lemah. Ia menyoroti meningkatnya pasokan daur ulang dari India dan China sebagai potensi hambatan, sementara sinyal teknis menunjukkan pemantulan oversold yang rapuh, bukan pembalikan.
Analis mempertahankan sikap hati-hati selama emas diperdagangkan di bawah rata-rata pergerakan utama dan resistensi di US$ 4.620.
“Sampai emas ditutup secara tegas di atas $4.620, saya tetap defensif dan melihat kenaikan terbatas hanya pada rebound jangka pendek,” katanya dikutip Selasa (19/5/2026).
Sebelumnya, analis mencatat bahwa kondisi teknis yang terus-menerus lemah.