Detiktoday.com,JAKARTA — Badan Pendidikan dan Pelatihan (Badiklat) Kejaksaan RI memperkuat kualitas sumber daya manusia (SDM) Adhyaksa melalui kerja sama pendidikan dengan perguruan tinggi. Kali ini, Badiklat Kejaksaan menggandeng Fakultas Hukum Universitas Brawijaya untuk membuka akses program beasiswa pendidikan Program Studi Doktor Ilmu Hukum bagi pegawai Kejaksaan RI.
Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejaksaan Agung, Anang Supriatna, S.H., M.H., dalam keterangan resmi, Rabu (26/8/2026), mengatakan kerja sama tersebut menjadi bagian dari upaya Kejaksaan membangun SDM yang memiliki kapasitas akademik, wawasan luas, sekaligus kemampuan menghadapi perkembangan zaman.
Kerja sama ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman oleh Kepala Badan Pendidikan dan Pelatihan (Kabadiklat) Kejaksaan RI Dr. Harli Siregar, S.H., M.Hum., bersama Dekan Fakultas Hukum Universitas Brawijaya Dr. Aan Eko Widiarto, S.H., M.H., di Ruang VIP Gedung Wicaksana Badiklat Kejaksaan RI, Ragunan, Jakarta, Senin (24/8/2026).
Penandatanganan tersebut disaksikan jajaran Universitas Brawijaya, di antaranya Wakil Dekan I Milda Istiqomah, S.H., MTCP, Ph.D., Wakil Dekan II Dr. Muktiono, S.H., M.Phil., Ketua Departemen Dr. Reka Dewantara, S.H., M.H., KPS S3 Malang Dr. Adi Kusumaningrum, S.H., M.H., KPS S3 Jakarta Dr. Hanif Nur Widhiyanti, S.H., M.H., serta Kepala Tata Usaha Dyah Anggraeni, S.E.
Dari jajaran Badiklat Kejaksaan RI turut hadir Sekretaris Badiklat Dr. Yulianto, Kepala Pusat Manajemen dan Kepemimpinan Dr. Teuku Rachman, Kabid Penyelenggara DTF Muhammad Anshar Wahyuddin, S.H., M.H., Kabag Keuangan Raden Wisnu Bagus Wicaksono, S.H., M.Hum., Kabid Penyelenggara Mapim Zulfikar Nasution, S.H., M.H., serta Kasubbag Penjamin Mutu Muhammad Afif Periwiratama P., S.H., M.H.
Harli: Pendidikan Doktor Merupakan Investasi Institusi
Dalam sambutannya, Harli Siregar menyampaikan rasa syukur atas terlaksananya kerja sama tersebut. Ia menilai kolaborasi dengan Universitas Brawijaya merupakan langkah strategis untuk meningkatkan kualitas SDM Kejaksaan RI.
“Selamat datang di kawah candradimuka Badiklat Kejaksaan Republik Indonesia,” ujar Harli saat menyambut jajaran Universitas Brawijaya.
Harli menegaskan, program pendidikan doktor bagi pegawai Kejaksaan bukan semata-mata peningkatan jenjang akademik. Lebih dari itu, pendidikan S3 dipandang sebagai investasi institusional untuk mempersiapkan Kejaksaan menghadapi tantangan masa depan.
“Ini merupakan investasi yang sangat berharga untuk masa depan. Teknologi terus berkembang, sehingga kita membutuhkan sumber daya manusia yang semakin mumpuni dalam menghadapi perkembangan zaman,” katanya.
Menurut Harli, perkembangan era modern menuntut institusi penegak hukum memiliki SDM yang tidak hanya menguasai kemampuan teknis, tetapi juga mempunyai kapasitas akademik serta wawasan yang luas.
Karena itu, pendidikan doktor diharapkan mampu melahirkan para doktor dari lingkungan Adhyaksa yang dapat memberikan kontribusi pemikiran bagi pengembangan organisasi.
“Kita ingin secara institusional menelurkan para doktor. Ini merupakan kebutuhan organisasi untuk memperkuat Adhyaksa yang semakin mapan dan mampu menghadapi tantangan ke depan,” tegasnya.
Badiklat Dorong Kolaborasi Lebih Luas
Harli juga mengapresiasi Universitas Brawijaya yang selama ini telah membangun sinergi dengan Kejaksaan RI.
Ia berharap kerja sama tersebut tidak berhenti pada program pendidikan doktor, tetapi dapat berkembang menjadi kolaborasi yang lebih luas dalam bidang pendidikan, pengembangan kapasitas, maupun penguatan kelembagaan.
“Kolaborasi ini harus menjadi rumah besar bersama. Kehadiran Bapak dan Ibu di Badiklat diharapkan dapat memberikan pencerahan dan memperkaya wawasan kami,” ujarnya.
Menurut Harli, Badiklat Kejaksaan RI juga terus melakukan reformasi dan pembenahan agar mampu menjadi lembaga pendidikan dan pelatihan yang modern serta adaptif terhadap perubahan.
“Badiklat tanpa kampus tentu kurang menarik. Karena itu, sinergitas seperti ini menjadi bagian penting untuk membangun Adhyaksa muda menjadi SDM yang lebih berkualitas,” katanya.
Universitas Brawijaya: Banyak Jaksa Ikuti Program S3
Sementara itu, Dekan Fakultas Hukum Universitas Brawijaya Dr. Aan Eko Widiarto menyampaikan apresiasi atas kembali diperkuatnya kerja sama antara Universitas Brawijaya dan Kejaksaan RI.
Aan mengatakan, hubungan kedua institusi telah berlangsung cukup lama. Bahkan, sejumlah jaksa telah mengikuti pendidikan program doktor di Universitas Brawijaya.
“Kami sangat berterima kasih atas kerja sama ini. Kerja sama dengan Kejaksaan sudah berjalan cukup lama dan banyak sekali para jaksa yang mengikuti program S3 di Universitas Brawijaya,” ungkap Aan.
Ia menjelaskan, Universitas Brawijaya terus berupaya meningkatkan kualitas pendidikan, termasuk melalui penguatan standar akademik dan internasionalisasi kampus.
Karena itu, program beasiswa pendidikan doktor bagi pegawai Kejaksaan RI diharapkan dapat berlangsung secara berkelanjutan dan memberikan manfaat konkret bagi kedua institusi.
Para jaksa dan pegawai Kejaksaan yang menempuh pendidikan S3 diharapkan tidak hanya memperoleh gelar akademik, tetapi juga mampu mengembangkan kapasitas keilmuan dan memberikan kontribusi pemikiran bagi penguatan institusi penegak hukum.
“Dengan adanya nota kesepahaman ini, kami berharap kerja sama dapat terus berjalan dan semakin langgeng, penuh keberkahan serta membawa manfaat bagi kedua institusi,” pungkasnya.
Kerja sama Badiklat Kejaksaan RI dan Fakultas Hukum Universitas Brawijaya tersebut menegaskan bahwa penguatan SDM menjadi salah satu fondasi penting dalam membangun institusi Adhyaksa yang semakin profesional. Pendidikan doktor diharapkan tidak berhenti pada pencapaian akademik personal, tetapi menjadi modal intelektual untuk memperkuat kualitas penegakan hukum dan menghadapi tantangan hukum yang semakin kompleks.