JAKARTA, Detiktoday.com – Saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) dan PT DCI Indonesia Tbk (DCII) tampak sengit saling salip di jajaran saham elite – top 10 saham dengan market cap terbesar di Bursa Efek Indonesia (BEI).
Teranyar, saham DCII berhasil kembali naik ke peringkat 2. Sedangkan saham BBRI terpaksa harus turun lagi ke peringkat 3.
Hingga penutupan perdagangan di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jumat (29/5/2026), DCII mencetak nilai kapitalisasi pasar (market cap) sebesar Rp 465 triliun, berdasarkan data BEI.
Sedangkan market cap saham BBRI senilai Rp 443 triliun.
Peringkat 1 masih diduduki saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) dengan nilai market cap mencapai Rp 696 triliun.
Berikut adalah daftar top 10 saham dengan market cap terbesar di Bursa Efek Indonesia hingga penutupan perdagangan Jumat (29/5/2026):
1. PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) Rp 696 triliun.
2. PT DCI Indonesia Tbk (DCII) Rp 465 triliun.
3. PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) Rp 443 triliun.
4. PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) Rp 441 triliun.
5. PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) Rp 377 triliun.
6. PT Ekamas Mora Republik Tbk (MORA) Rp 330 triliun.
7. PT Bayan Resources Tbk (BYAN) Rp 328 triliun.
8. PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) Rp 300 triliun.
9. PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) Rp 239 triliun.
10. PT Astra International Tbk (ASII) Rp 202 triliun.
Sementara itu, Phintraco Sekuritas memperkirakan saham BBRI atau BRI telah menyentuh titik dasar setahun. Analis masih meyakini fundamental BBRI solid, sehingga bisa mendongkrak saham ke target harga yang tergolong tinggi.
Phintraco Sekuritas dalam risetnya mempertahankan rekomendasi buy saham BBRI dengan harga wajar Rp 4.280 dari sebelumnya Rp 4.710. Rentang pergerakan saham BBRI dalam setahun Rp 2.990-3.970, sehingga posisi saat ini sudah di dasar.
Saat ini, Phintraco mencatat, PBV BBRI di bawah 1 standar deviasi lima tahun sebesar 1,38 kali. Risiko utama saham BBRI berasal dari potensi kenaikan biaya dana dan tekanan kualitas aset, terutama pada segmen mikro dan UMKM, di tengah kondisi suku bunga yang lebih tinggi.