Bandung yang Tak Lagi Berkicau

Bandung yang Tak Lagi Berkicau

Share
Share

Oleh : Lilis Sulastri

Ketika Rasa Aman Jadi Kemewahan
Kota kembang. Paris van Java. Julukan-julukan romantis itu kini terasa seperti nyanyian lawas yang sayup-sayup terdengar, tenggelam oleh deru kendaraan yang menyumbat setiap ruas jalan, dan gemuruh ketakutan yang merayap di setiap sudut gelap malam.

Bandung, kota yang dulu identik dengan senyum ramah dan kabut pagi yang dingin, kini menyimpan cerita lain. Sebuah cerita tentang rasa aman yang menipis, tentang ruang publik yang bermetamorfosis menjadi arena waspada, dan tentang sebuah pertanyaan besar yang menggantung di udara kota yang kian panas, apakah kita sedang menyaksikan perubahan peradaban di tengah lunturnya etika zaman?

Tulisan ini bukan sekadar laporan tentang angka kriminalitas. Ini adalah upaya untuk mengupas lapisan-lapisan persoalan yang lebih dalam yakni krisis nilai, adab, mental, dan tatanan kehidupan yang sedang berada di persimpangan. Ini adalah narasi tentang Bandung, tetapi juga tentang setiap kota di Indonesia yang sedang berjibaku dengan modernitas dan segala paradoksnya.

Share