Harga Emas di Ujung Tanduk, Nasibnya Ditentukan Negosiasi AS dan IranHarga Emas di Ujung Tanduk, Nasibnya Ditentukan Negosiasi AS dan Iran

Bank Sentral hingga Investor China Borong Emas Besar-besaranBank Sentral hingga Investor China Borong Emas Besar-besaran

Share
Share

JAKARTA, Detiktoday.com – Minat terhadap emas terus menguat di tengah meningkatnya ketidakpastian ekonomi global. Tidak hanya bank-bank sentral yang agresif menambah cadangan emas, investor di China juga berbondong-bondong mengalihkan dana ke instrumen berbasis logam mulia tersebut.

Dikutip dari Minning.com, laporan terbaru World Gold Council (WGC) menunjukkan bank-bank sentral membeli bersih 41 ton emas pada Mei 2026, menjadi pembelian bulanan terbesar kedua sepanjang tahun ini setelah Februari. Tren tersebut mempertegas posisi emas sebagai aset lindung nilai (safe haven) yang semakin diminati.

Polandia menjadi pembeli terbesar dengan tambahan 18 ton emas, disusul China yang membeli 10 ton, sekaligus menjadi pembelian bulanan terbesar negara tersebut sejak Desember 2024. Uzbekistan, Kazakhstan, dan Singapura juga menambah cadangan emas mereka, sedangkan Turki dan Rusia menjadi dua negara yang mencatat penjualan bersih.

Sepanjang 2026, Polandia telah mengakumulasi 64 ton emas, sementara China mencatat pembelian 25 ton. Dengan tambahan tersebut, Negeri Panda kini telah membeli emas selama 20 bulan berturut-turut, sehingga cadangan emas resminya meningkat menjadi 2.331 ton.

Survei tahunan WGC juga menunjukkan optimisme yang semakin besar terhadap prospek emas. Sebanyak 89% bank sentral memperkirakan cadangan emas global akan terus meningkat dalam 12 bulan ke depan. Bahkan, 45% responden menyatakan institusinya berencana menambah kepemilikan emas, tertinggi sepanjang sejarah survei tersebut.

Demam emas juga terlihat di pasar keuangan China. Dana yang diperdagangkan di bursa (exchange traded fund/ETF) berbasis emas, Huaan Yifu Gold ETF, kini menjadi ETF terbesar di China dengan nilai aset sekitar 90 miliar yuan.

Posisi tersebut menggeser Huatai-PineBridge CSI 300 ETF, yang selama bertahun-tahun menjadi ETF saham terbesar di negara itu.

Preferensi Investor Berubah

Share