Aksi Jual Emas BerlanjutAksi Jual Emas Berlanjut

Bank Sentral Masih ‘Haus’ EmasBank Sentral Masih ‘Haus’ Emas

Share
Share

JAKARTA, Detiktoday.com – Reli emas global saat ini tengah memasuki fase konsolidasi, namun di balik pergerakan harga yang cenderung datar, bank sentral di berbagai negara justru tetap menunjukkan komitmen kuat untuk menambah cadangan emas saat harga melemah.

Dikutip dari Kitco News, data terbaru World Gold Council mencatat bank sentral secara agregat membukukan penjualan bersih sekitar 30 ton emas pada Maret, terutama dipicu aksi jual dari Turki dan Rusia. Meski demikian, tren pembelian di sejumlah negara lain tetap berlanjut, seperti Polandia, Uzbekistan, dan Kazakhstan yang masih aktif menambah cadangan emas.

China kembali menjadi sorotan utama dalam tren akumulasi global tersebut. People’s Bank of China tercatat menambah cadangan emas selama 18 bulan berturut-turut. Pada Maret, China membeli sekitar 8 ton emas, menjadi pembelian bulanan terbesar sejak Desember 2024, saat harga emas masih berada sekitar 16% di bawah level tertinggi sepanjang masa pada awal 2026.

Di tengah fluktuasi harga, strategi akumulasi emas oleh bank sentral dinilai tidak lagi sepenuhnya bergantung pada pergerakan jangka pendek, melainkan bagian dari kebijakan jangka panjang terkait diversifikasi cadangan devisa dan mitigasi risiko geopolitik.

Secara global, porsi emas dalam total cadangan devisa masih berada di kisaran 15%, sehingga ruang peningkatan alokasi masih terbuka lebar. Kondisi ini membuat permintaan dari sektor resmi (official sector) dipandang tetap solid dalam jangka panjang.

Menariknya, tren pembelian emas juga mulai meluas ke negara yang sebelumnya belum aktif di pasar ini. Kosovo, misalnya, untuk pertama kalinya dalam sejarah melakukan pembelian emas sebagai bagian dari penguatan stabilitas cadangan negara.

Pasar Fase Konsolidasi

Share