JAKARTA, Detiktoday.com – Sebagai media online yang kredibel di bidang ekonomi, terutama investasi dan keuangan, Detiktoday.com telah menjadi inspirasi bagi banyak orang dalam berinvestasi. Berikut 5 berita paling populer hingga Rabu (8/7/2026):
1. Ada Aksi Timbun Emas Besar-besaran
Bank sentral China atau dikenal sebagai People’s Bank of China (PBOC) mencatat peningkatan cadangan emas bulanan terbesar dalam lebih dari dua setengah tahun pada Juni 2026. Ini menandai kenaikan akumulasi logam mulia PBOC selama 20 bulan berturut-turut.
Dikutip dari Kitco News, Rabu (8/7/2026) cadangan emas bank sentral China kini mencapai 75,44 juta troy ounce pada akhir Juni 2026, dibandingkan dengan 74,96 juta pada bulan sebelumnya.
Jumlah tersebut menandai peningkatan sebesar 480.000 ons, setara dengan hampir 15 ton metrik, menandai penambahan emas bulanan terbesar PBOC sejak Oktober 2023, ketika kepemilikan meningkat sebesar 740.000 ons, menurut data resmi. Simak berita lengkapnya di sini.
2. Agung Sedayu dan Salim Group Rela Terdilusi
Entitas Agung Sedayu dan Salim Group, PT Multi Artha Pratama (MAP) kepemilikannya atas saham PT Pantai Indah Kapuk Dua Tbk (PANI) atau PIK2 rela sampai terdilusi demi menyuntikkan modal segar ke anak usaha PANI.
Berdasarkan laporan bulanan registrasi pemegang saham PIK2 (PANI) per akhir Juni 2026, MAP tetap menguasai 15.234.037.094 saham PANI. Namun secara persentase menyusut dibandingkan bulan sebelumnya menjadi 83,75%.
Per akhir Mei 2026, kepemilikan MAP yang sebanyak 15.234.037.094 saham PANI itu diperhitungkan secara persentase 84,09%.
3. Harga Minyak Melonjak Tajam usai AS Cabut Izin Minyak Iran
Harga minyak dunia melonjak tajam pada perdagangan Selasa (7/7/2026) waktu setempat setelah Amerika Serikat (AS) mencabut izin umum yang sebelumnya memperbolehkan penjualan minyak mentah Iran. Ketegangan di Selat Hormuz yang kembali memanas juga memicu kekhawatiran terhadap gangguan pasokan energi global.
Dikutip dari Reuters, harga minyak mentah Brent ditutup melonjak US$ 2,17 (3,01%) menjadi US$ 74,16 per barel. Sementara itu, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) menguat US$ 1,89 (2,76%) ke US$ 70,44 per barel.
Reli harga minyak berlanjut setelah penutupan perdagangan. Brent melonjak hingga US$ 76,03 per barel, sedangkan WTI naik menjadi US$ 72,20 per barel setelah pemerintah AS secara resmi mencabut lisensi umum yang mengizinkan penjualan minyak Iran. Dibandingkan penutupan sehari sebelumnya, kedua acuan minyak tersebut telah melonjak lebih dari 5%.
4. Aturan Investasi 90/10 ala Warren Buffett: Strategi Sederhana Cetak Cuan
Warren Buffett telah mengukir sejarah sebagai salah satu investor paling sukses di dunia dengan rekam jejak yang sulit tertandingi. Menariknya, nasihat yang ia bagikan kepada para investor ritel atau masyarakat awam justru jauh dari kata rumit, yaitu mengalokasikan 90% uang Anda ke reksa dana indeks S&P 500 berbiaya rendah, dan sisanya yang 10% ke obligasi pemerintah jangka pendek.
“Jangan terlalu banyak berpikir, lalu bersabarlah. Selesai,” demikian disampaikan Warren Buffett seperti dikutip ET Now pada Rabu (8/7/2026).
Strategi ini populer dengan sebutan Aturan 90/10. Warren Buffett pertama kali membeberkan formula ini dalam surat tahunannya kepada pemegang saham Berkshire Hathaway pada 2013. Sejak saat itu, formula tersebut bertransformasi menjadi salah satu panduan investasi paling jamak diperdebatkan sekaligus diaplikasikan dalam dunia keuangan modern.
5. Bukit Asam (PTBA) Terus Terang
Emiten batu bara, PT Bukit Asam Tbk (PTBA) terus terang dengan menyampaikan laporan eksplorasi triwulanan perseroan untuk periode hingga kuartal II-2026.
Sekretaris Perusahaan PTBA Eko Prayitno menjelaskan, operasional penambangan di PT Bukit Asam Tbk (PTBA) dilakukan sesuai dengan izin usaha pertambangan operasi produksi (IUP-OP) yang dimiliki oleh PTBA di lokasi Tanjung Enim-Sumatera Selatan, Peranap-Riau, dan Ombilin-Sumatera Barat serta entitas anak PT Internasional Prima Coal di Samarinda-Kalimantan Timur.
Eko memaparkan, kegiatan eksplorasi di bulan April-Juni 2026 (triwulan II) tahun 2026 dilakukan di Tanjung Enim Mining Site (TEMS) oleh internal PTBA dan pihak ketiga (kontraktor jasa pengeboran) dengan jumlah biaya yang telah dikeluarkan sebesar Rp 29,17 miliar (unaudited).