JAKARTA, Detiktoday.com – PT Bank Syariah Indonesia Tbk atau BSI (BRIS) kembali mencetak prestasi di sektor perbankan, dengan meraih peringkat kedua dalam BankCX Tracker 2026, Lembaga yang mengukur kualitas Customer Experience (CX) atau pengalaman nasabah di industri perbankan Indonesia.
Lebih dari 50 bank dievaluasi pada BankCX terdiri dari 20 bank umum komersial, 10 bank pembangunan daerah, 11 bank syariah, 6 bank umum syariah, 5 unit usaha syariah dan 10 bank digital.
BRIS mengungkapkan, pencapaian BSI tahun ini naik kelas dan dinilai sejajar dengan kategori bank umum komersial (KBMI 3). Dengan demikian, BSI tidak lagi hanya bersaing dengan bank syariah, melainkan berkompetisi secara langsung dengan bank-bank besar nasional.
“Pencapaian ini menjadi motivasi BSI untuk terus meningkatkan inovasi,transformasi digital sebagai komitmen Melayani Sepenuh Hati kepada seluruh masyarakat. Kami berupaya menjadikan setiap nasabah bisa merasakan pengalaman menjadi bagian dari Sahabat Finansial, Sosial dan Spiritual Bersama BSI”,ujar Wakil Direktur Utama BSI, Bob T Ananta dalam keterangan resmi yang diperoleh pada Selasa (30/6/2026).
Dalam BankCX Tracker 2026, berbagai aspek yang dinilai diantaranya melalui berbagai pendekatan diantaranya penilaian layanan fisik maupun digital. Sama seperti tahun sebelumnya, kantor cabang bersamaan dengan layanan prioritas bank umum secara berkontribusi terhadap 43% dari nilai keseluruhan bank umum dan bank syariah.
Sementara itu, digital touchpoint yang terdiri dari e-banking, pembukaan rekening online,digital branch, ATM, kartu pembiayaan dan berbagai layanan contact center mengambil bobot 57%.
Peringkat kedua dalam BankCX Tracker 2026 sekaligus mempertegas posisi BRIS tidak hanya sebagai bank syariah terbesar di Indonesia, tetapi juga sebagai salah satu bank nasional dengan kualitas pengalaman nasabah terbaik, ungkap Bob T Anantra.
“Pengakuan ini menjadi motivasi bagi BSI untuk terus menghadirkan layanan yang inovatif dan upaya memperkuat kontribusi perbankan syariah dalam mendorong pertumbuhan industri perbankan nasional,” demkian keterangan resmi perseroan.