Calon Kepala Desa Sambet Sudah Merebut Hati Masyarakat
Oleh : Albon Arodi Saba, SH
Kaperwil Nusa Tenggara
detiktoday.com
Pilkades merupakan salah satu bentuk pesta demokrasi yang begitu merakyat. Pemilu tingkat desa ini merupakan ajang kompetisi politik yang begitu mengena kalau dapat dimanfaatkan untuk pembelajaran politik bagi masyarakat. Pada moment ini, masyarakat yang akan menentukan siapa pemimpin desanya selama 6 tahun ke depan.
Pilkades Begitu menarik bagi saya untuk mengkaji lebih dalam tentang budaya pemilihan kepala desa di Amanatun Utara dan Toianas. Pilkades terasa lebih spesifik dari pada pemilu-pemilu Legeslatif . Yaitu adanya kedekatan dan keterkaitan secara langsung antara pemilih dan para calon. Sehingga, saat ini suhu politik di desa sudah semakin memanas. Pengenalan atau sosialisasi terhadap calon-calon pemimpin bukan lagi mutlak dan penting. Para bakal calon biasanya sudah dikenal oleh setiap anggota masyarakat yang akan memilih. Namun demikian sosialisasi program atau visi misi sering kali tidak dijadikan sebagai media kampanye atau pendidikan politik yang baik. Kedekatan pribadi, akan sering kali banyak dipakai oleh masyarakat untuk menentukan pilihannya. Demikian juga dengan unsur Money politik yang sering dijadikan iming-iming dorongan dalam pemilihan. Hal demikian akan menjadikan para calon harus mengeluarkan biaya yang begitu besar. Persaingan antar calon sering kali juga terjadi dengan berlebihan. Hal yang menarik menjelang pilkades saat ini yakni adanya pengakuan kekeluargaan dari setiap calon kepada masyarakat. Akhir-akhir ini Unsur dari banyak basis suara keluarga dirasa menjadi salah satu syarat pendukung yang perlu dimiliki oleh seorang calon pemimpin desa agar bisa menang
Pilkades merupakan bagian dari proses kegiatan politik untuk memperkuat partisipasi masyarakat. Sehingga diharapkan akan terjadi perubahan yang signifikan di tingkat pedesaan. Semula kita hanya mengenal pesta demokrasi secara langsung berupa Pilkades ini. Sehingga pelaksanaannya banyak keluar dari etika dan norma politik. Money politic dengan berbagai bentuknya sulit sekali dihindari. Kemudian sejak era reformasi masyarakat dibudayakan dengan pemilihan pimpinan dengan cara pemilihan langsung. Dengan adanya pilkades saya berharap masyarakat dapat terlatih untuk peduli kepada pemimpinnya, serta sadar terhadap apa, siapa, dan bagaimana pemimpin yang akan di pilih nanti untuk kebaikan desanya.
Dalam pemilihan pemimpin desa yang harus diutamakan ialah tentang kapabilitas dari calon-calon pemimpin tersebut. Suatu desa tidak hanya dapat dipimpin oleh pemimpin yang bermodalkan kefiguritasan namun cacat secara intelektual, moral dan sosial. Pemimpin yang dibutuhkan oleh masyarakat sekarang yakni seseorang memiliki akseptabilitas namun ditunjang oleh moral yang baik, memiliki kemampuan intelektual yang cukup untuk memimpin dan membimbing masyarakatnya dan juga memiliki kemampuan dalam melaksanakan tugas-tugas administratif dan perpolitikan, serta memiliki wawasan yang luas dan pandangan yang luas terhadap perbaikan masyarakat.