Kiwoom Sekuritas mengungkapkan bahwa modal global tidak lagi membeli masa lalu. Modal global membeli masa depan. ‘The new world’ versus ‘the old world’.
‘The old world’ di antaranya valuasi murah, pertumbuhan PDB yang tinggi, eksposur terhadap komoditas, jumlah penduduk besar, dan skala permintaan domestik.
Sedangkan ‘the new world’ antara lain ekosistem artificial intelligence (AI) atau kecerdasan buatan serta kapasitas komputasi, inovasi dan pertumbuhan produktivitas, tata kelola dan transparansi, efisiensi modal, serta aksesibilitas pasar bagi dana asing.
Buktinya sudah terlihat di pasar. Nasdaq dan Kospi berulang kali mencetak rekor tertinggi berkat saham-saham terkait AI, seperti semikonduktor dan hyperscaler. Hyperscaler merujuk pada perusahaan teknologi berskala sangat besar yang mengoperasikan infrastruktur komputasi awan dan pusat data dalam kapasitas masif.
Sementara itu, penawaran umum perdana (initial public offering/IPO) saham terbesar pada 2026, seperti SpaceX dengan penghimpunan dana sekitar US$ 75 miliar, serta rencana pencatatan saham Anthropic dan OpenAI yang masing-masing memiliki valuasi mendekati US$ 1 triliun, semuanya merupakan perusahaan berbasis AI sejak awal.
“Modal sedang memilih arah dan pilihan itu jatuh pada teknologi,” pungkas Kiwoom Sekuritas.
Berikut adalah arah dari aliran dana global:
– Saham AS, yang didukung oleh peningkatan belanja modal (capex) untuk AI dan pertumbuhan laba perusahaan yang makin meluas.
– Taiwan, yang diuntungkan oleh pertumbuhan struktural industri AI dan semikonduktor.
– Korea Selatan, yang mendapat dukungan dari membaiknya siklus industri chip memori.
– China, di mana sektor teknologi dan komunikasi berpotensi mengalami kenaikan valuasi (re-rating).
– India, ditopang pertumbuhan ekonomi domestik yang kuat serta berpotensi diuntungkan jika risiko terkait harga minyak mereda.
– Emas, yang masih menjadi instrumen diversifikasi pilihan.
– Obligasi pemerintah negara berkembang berdenominasi dolar AS, karena menawarkan imbal hasil yang menarik, ditambah ekspektasi bahwa bank sentral AS akan mempertahankan suku bunga acuan.