Jakarta, Detiktoday.com – Ketua Badan Anggaran (Banggar) DPR RI, Said Abdullah, mengingatkan pemerintah untuk menjaga daya beli masyarakat dalam mengejar target pertumbuhan ekonomi tahun 2027. Menurutnya, konsumsi rumah tangga masih menjadi penopang utama perekonomian nasional, sehingga target pertumbuhan yang tinggi akan sulit tercapai jika daya beli melemah.
Sebagai informasi, pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi Indonesia berada pada kisaran 5,8 persen hingga 6,5 persen pada tahun 2027. Target ini disiapkan sebagai pijakan awal menuju pertumbuhan ekonomi sebesar 8 persen pada tahun 2029 mendatang.
“Kalau daya belinya turun, maka sasaran yang mau dicapai di angka 5,8 sampai 6,5 persen itu sulit tercapai,” ujar Said dalam keterangan resminya, Rabu (17/6/2026).
Baca: Sambut Bulan Bung Karno, Ganjar Ajak Generasi Muda
Pernyataan tersebut disampaikan Said setelah Banggar DPR RI menyepakati hasil Panitia Kerja (Panja) Asumsi Dasar Kebijakan Fiskal, Defisit, dan Pembiayaan untuk Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal (KEM PPKF) 2027. Kesepakatan ini selanjutnya akan dibawa sebagai bahan nota pengantar dalam penyusunan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2027.
Nota keuangan RAPBN 2027 sendiri dijadwalkan akan disampaikan oleh Presiden Prabowo Subianto dalam pidato kenegaraan pada 16 Agustus mendatang. Dengan rampungnya pembahasan KEM PPKF, Said meminta pemerintah tidak hanya fokus pada indikator makro, tetapi juga memastikan stabilitas konsumsi domestik.
Said menjelaskan bahwa konsumsi rumah tangga saat ini masih berkontribusi sekitar 60 hingga 65 persen terhadap produk domestik bruto (PDB) nasional. Oleh sebab itu, pelemahan pada sektor ini diyakini akan langsung mengganggu stabilitas ekonomi.
Dari sisi fiskal, Banggar dan pemerintah menyepakati target defisit APBN 2027 berada pada kisaran 1,8 persen hingga 2,40 persen terhadap PDB. Angka ini dinilai masih aman karena berada di bawah batas maksimal undang-undang sebesar 3 persen.
Namun, dengan target defisit tersebut dan belanja negara yang ambisius pada kisaran 13 persen terhadap PDB, Said mengingatkan pemerintah agar lebih kreatif dalam menggenjot pendapatan negara.
Baca: Ganjar: Saya Tidak Bisa Asal Janji yang Nanti Tak Bisa Dilaksanakan
“Ini meniscayakan penerimaan negara yang naik signifikan. Tanpa peningkatan ini, rasio defisit akan goyah lagi,” tegas politisi PDI Perjuangan tersebut.
Berikut adalah rincian asumsi dasar ekonomi makro tahun 2027 yang telah disepakati antara pemerintah dan DPR RI:
Indikator MakroTarget KesepakatanPertumbuhan Ekonomi5,80% – 6,50%Inflasi1,50% – 3,50%Nilai Tukar RupiahRp16.800 – Rp17.500 per dollar ASSuku Bunga SBN 10 Tahun6,50% – 7,30%Defisit APBN1,80% – 2,40% terhadap PDB.