JAKARTA, Detiktoday.com – PT Darma Henwa Tbk (DEWA) akan membagikan dividen tahun buku 2025 sebesar Rp 58,6 miliar atau setara Rp 1,5 per saham. Ini merupakan dividen perdana DEWA sejak sahamnya tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI).
Rasio pembayaran dividen (dividend payout ratio/DPR) DEWA sekitar 11% dari laba inti (core profit). “Dividen DEWA mengindikasikan dividend yield 0,5% per Senin (29/6),” ungkap Stockbit Group dalam catatannya, Senin (29/6/2026).
Adapun cum dividen DEWA dan tanggal pembayaran belum diumumkan.
Sementara itu, BRI Danareksa Sekuritas dalam risetnya mempertahankan rekomendasi buy saham DEWA dengan target harga tinggi mencapai Rp 610.
Target harga saham DEWA tersebut berdasarkan metode SOTP bisnis kontraktor dan mineral, dalam hal ini emas. BRI Danareksa Sekuritas memvaluasi bisnis kontraktor batu bara dengan estimasi EV/EBITDA 2027 sebesar 7,7 kali, sedangkan mineral 1 kali nilai buku.
Risiko saham ini adalah penundaan kontrak baru, tarif yang lebih rendah dari produksi, serta eksekusi pengembangan proyek mineral.
Sebaliknya, katalis penguatan datang dari penambangan kontrak baru, terutama dari ekosistem Grup Bumi dan pengumuman cadangan Gayo Mineral.
Di sisi lain, Darma Henwa (DEWA) sedang mengkaji pendanaan pengembangan proyek tambang emas anak usahanya, PT Gayo Mineral Resources, mulai dari pinjaman bank, IPO saham, hingga penerbitan obligasi.
Saat ini, DEWA telah memasuki fase eksplorasi tahap II Gayo Mineral, sedangkan tahap III ditargetkan tuntas pada 2027. EPC tambang ini ditargetkan mulai tahun 2028.
Namun, DEWA belum memberikan waktu persis pengumuman sumber daya dan cadangan tambang tersebut. BRI Danareksa Sekuritas memperkirakan DEWA masih menunggu hasil eksplorasi tahap III, sebelum memberikan gambaran lebih jelas.