Dorong Pemberdayaan Perempuan, DP3AP2KB Fakfak Gelar Pelatihan Anyaman Tas Tomang – Detiktoday.com

Dorong Pemberdayaan Perempuan, DP3AP2KB Fakfak Gelar Pelatihan Anyaman Tas Tomang – Detiktoday.com

Share
Share

Detiktoday.com, FAKFAK – Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana ( DP3AP2KB ) Kabupaten Fakfak, kembali mendorong kemandirian ekonomi perempuan lewat pelatihan anyaman tas Tomang.

Kegiatan menyasar ibu-ibu di Kampung Unipokpok dan Nemiwikarya, sebanyak 40 peserta yang meliputi ibu-ibu PKK dan kelompok usaha perempuan yang berlangsung di Balai Kampung Unipokpok, Jumat (5/6/2026).

Kegiatan dibuka Kepal Distrik, Fakfak Tengah, Safrudin Hudumu Lasitambah, S,STP M.M, dengan dihadiri Kepala DP3AP2KB Lina Surjani, SH, MM, diwakili Sekretaris Idianan Totting, SKM. MM, Kepala Bidang PUG, Jubaida Husen,S.Sos, Kepala Seksi Ansina Hindom dan Kepala Kampung Unipokpok, Basri Tanggahma.

Kepala DP3AP2KB Lina Surjani, melalui Sekretaris Idiana Totting, menyebut tas tomang adalah identitas budaya Fakfak yang punya nilai ekonomi tinggi bila dikelola serius.

“Pemberdayaan perempuan tidak cukup dengan pelatihan saja. Kami berharap Ibu ibu naik kelas. Dari sekadar bisa menganyam, sampai bisa memasarkan agar dapat membantu meningkatkan ekonomi bagi keluarga,” ujarnya.

Sementara Kepala Bidang Pengarusutamaan gender (PUG) Jubaida Husen,S.Sos, menyampaikan, pelatihan anyaman ini merupakan upaya pemerintah melalui DP3AP2KB dalam mendorong kaum perempuan untuk dapat berdaya, mandiri dan memiliki kesempatan yang sama dalam pembangunan.

“Perempuan memiiki potensi yang sangat besar dalam peningkatan ekonomi kelurga melalui ketrampilan, Tomang merupakan kearifan lokal, Kita harus jaga dan meestrikan dan mengembangkan bersama,” ungkapnya.

Menurutnya, pelatihan ini bukan saja tentang menganyam, melikan mengajarkan kita untuk membagun semangat kerja sama dan meningkatkan kreativitas serta dapat membuka peluang bagi Ibu ibu dalam peningkatan ekonomi keluarga.

Ia juga berharap, melalui pelatihan ini dapat dijadikan sebagai wadah bagi ibu ibu unuk belajar untuk dapat mengembangkan kerajinannya secara berkelanjutan.

“Pentingnya dukungan bersama dan saling mendukung serta berbagi ketrampilannya, agar dipasarkan sehingga anyamanya mempunyai nilai ekonomis,” pungkasnya.

Sepanjang pelatihan, ibu-ibu langsung praktik dan para peserta sudah menghasilkan tas Tomang dan dompet serta kreasi lainnya.

Share