Elev8 Sebut Sebagian Besar Trader Abaikan Aturan Ini, Sampai Menyesal BesarElev8 Sebut Sebagian Besar Trader Abaikan Aturan Ini, Sampai Menyesal Besar

Elev8 Sebut Sebagian Besar Trader Abaikan Aturan Ini, Sampai Menyesal BesarElev8 Sebut Sebagian Besar Trader Abaikan Aturan Ini, Sampai Menyesal Besar

Share
Share

JAKARTA, Detiktoday.com – Trading selalu menghadirkan risiko besar, terutama ketika pelaku pasar mengabaikan manajemen risiko. Banyak trader fokus mengejar profit tinggi, tetapi melupakan perlindungan modal yang justru menjadi kunci bertahan dalam jangka panjang.

Peristiwa ‘Jumat Berdarah Kripto’ pada Oktober 2025 menjadi contoh nyata. Saat itu, guncangan pasar memicu gelombang likuidasi global yang menghapus banyak akun trading. Salah satu trader bahkan kehilangan hampir seluruh dananya setelah nilai akun yang sempat mencapai sekitar US$ 2 juta tergerus drastis akibat overtrading dan akhirnya habis tersapu volatilitas ekstrem.

Menurut broker CFD global Elev8, situasi seperti itu sebenarnya dapat diminimalkan melalui penerapan aturan 1% dalam manajemen risiko.

Aturan 1% merupakan prinsip yang menyarankan trader tidak mempertaruhkan lebih dari 1% modal pada satu posisi trading. Risiko di sini mengacu pada potensi kerugian maksimum ketika harga bergerak berlawanan dan stop loss tersentuh.

Sebagai ilustrasi, trader dengan modal US$ 100.000 hanya disarankan mengambil risiko maksimal US$ 1.000 per transaksi. Dengan pengaturan ukuran posisi dan stop loss yang tepat, kerugian tetap bisa terkendali meski pasar bergerak liar.

Elev8 menilai aturan ini penting karena pasar keuangan sangat rentan terhadap volatilitas dan peristiwa tak terduga. Baik emas, mata uang, saham, maupun aset kripto dapat bergerak ekstrem dalam waktu singkat akibat sentimen geopolitik, kebijakan bank sentral, hingga kepanikan pasar.

Aturan 1% juga membantu trader mengendalikan faktor psikologis seperti panik, balas dendam trading, dan emosi berlebihan setelah mengalami kerugian.

Pengelolaan Risiko

Share