JAKARTA, Detiktoday.com – Emiten nikel bersiap naik level menyusul terbitnya formula baru terkait harga patokan mineral (HPM) yang berlaku efektif sejak 15 April 2026. Regulasi ini dinilai semakin melengkapi katalis emiten nikel yang tengah menikmati ‘bulan madu’ dari kenaikan harga komoditas nikel global akibat pengetatan pasokan.
Di pasar global, harga nikel telah terapresiasi 7,25% dalam perdagangan sepekan terakhir ke level US$18.541 per ton. Kenaikan tersebut sekaligus membalikkan arah tren harga nikel yang tertekan sepanjang tahun buku 2025. Apalagi, dengan rencana kerja dan anggaran biaya (RKAB) 2026 komoditas nikel yang berpeluang lebih kecil di kisaran 260-270 juta ton daripada sebelumnya 379 juta ton berikut berlakunya HPM baru, membuat prospek emiten nikel semakin cerah.