AS-Iran Kian Panas, Emas Anjlok ke Level Terendah 11 Pekan

Gebrakan Baru Pasar Emas

Share
Share

JAKARTA, Detiktoday.com – Negara produsen emas di Afrika Barat, Guinea tengah berambisi untuk menjadi pusat pemurnian emas regional, dengan mengoptimalkan industri pemurnian logam mulia domestik.

Langkah ini sekaligus menggarisbawahi upaya Guinea untuk mempertahankan nilai tambah dari hasil tambang logam mulia di dalam negeri di tengah lonjakan harga emas dunia.

Dikutip dari Mining.com, Selasa (30/6/2026) peningkatan pemurnian emas lokal dilakukan menyusul pengumuman Presiden Guinea Mamady Doumbouya pekan lalu terkait larangan ekspor emas mentah.

Guinea sendiri telah membangun kilang baru yang mampu memproses hasil produksi emas dari seluruh wilayahnya, kata Sylla, menggambarkannya sebagai salah satu yang terbesar di Afrika.

Dalam keterangan terpisah, Wakil kepala Dana Investasi Pertambangan Guinea, Bangaly Steve Toure mengatakan bahwa negara itu menargetkan produksi 530 metrik ton (sekitar 17 juta ons) emas per tahun dari fasilitas produksi senilai US$ 30 miliar, atau meningkat menjadi 733 ton pada kapasitas penuh.

Operasi tersebut dijadwalkan dimulai pada bulan Juli setelah persetujuan akhir.

“Jika setiap negara (Afrika Barat) memiliki kilang, tidak ada masalah. Jika kilang Anda tidak kompetitif, itu akan gagal atau berhasil karena faktor ekonomi, bukan politik,” kata Menteri Pertambangan Guinea, Bouna Sylla.

Sylla mengatakan, Guinea menghasilkan sekitar 2,32 juta ons tahun lalu, senilai US $ 7 miliar, tetapi hanya mempertahankan kurang dari 1% dari nilai tersebut di dalam negeri.

Ghana, produsen emas terbesar di Afrika, serta Mali dan Burkina Faso, juga tengah bersaing mengembangkan pusat pemurnian logam mulia domestik untuk mendapatkan nilai tambah dari emas batangan.

Diketahui, produksi emas industri di Guinea didominasi oleh AngloGold Ashanti dan Nordgold. Kawasan Afrika Barat sendiri menghasilkan sekitar 11 juta ons pada tahun 2025, berdasarkan perkiraan industri.

Share