JAKARTA, Detiktoday.com – Bank Sentral Rusia dilaporkan telah menjual hampir 22 juta ton cadangan emas sejak awal tahun 2026.
Dikutip dari Kitco News, Kamis (23/4/2026), Bank Sentral Rusia melakukan aksi jual 21,8 ton emas untuk membantu membiayai defisit anggaran, yang telah meningkat menjadi US$ 61,2 miliar pada akhir Maret 2026.
Cadangan emas Rusia kini menurun menjadi 2.304,76 ton per 1 April 2026, termasuk penurunan 6,22 ton pada bulan Maret, demikian menurut laporan resmi bank sentral negara itu.
Diketahui, permintaan emas domestik di Rusia telah melonjak karena ekonomi negara tersebut menghadapi dampak dari konflik dengan Ukraina.
Menurut Bursa Efek Moskow, volume transaksi emas bulan lalu meningkat lebih dari 350% dibandingkan dengan Maret 2025, mencapai 28,6 ton dalam transaksi swap dan 14 ton dalam transaksi spot.
“Penjualan (emas) untuk membiayai defisit anggaran mungkin akan terus berlanjut di tengah peningkatan tajam pengeluaran pemerintah dibandingkan dengan target anggaran,” kata Natalia Milchakova, analis utama di Freedom Finance Global.
“Penjualan emas dari cadangan oleh Bank Sentral Rusia tersebut sepenuhnya konsisten dengan apa yang dilakukan bank sentral lainnya, terutama di negara-negara berkembang,” sebut dia.
Cadangan emas Rusia sebagian besar dikumpulkan antara tahun 2002 dan 2025, ketika mereka membeli lebih dari 1.900 ton emas, membeli sedikit lebih dari 500 ton antara tahun 2008 dan 2012, dan 1.200 ton antara tahun 2014 dan 2019.
Menurut analis Finam, Nikolai Dudchenko, pembelian emas bersih Rusia hanya mencapai 55,4 ton sejak tahun 2020.
“Saat ini, sejumlah bank sentral terus menjual emas karena kebutuhan untuk menutupi pengeluaran, termasuk biaya pertahanan,” kata Dudchenko, menambahkan bahwa uang hasil penjualan tersebut juga digunakan untuk menutupi kenaikan harga energi dan untuk mendukung nilai tukar mata uang nasional.