Harga Emas Digital Hari Ini, Sabtu 25 April 2026: Bergejolak

GoldVerium Kembangkan Konsep Baru Investasi Logam Mulia Terintegrasi

Share
Share

JAKARTA, Detiktoday.com — Industri investasi logam mulia di Indonesia kembali menghadirkan inovasi baru. 

Tepat pada 20 Mei yang bertepatan dengan Hari Perak Nasional, outlet pertama GoldVerium resmi diluncurkan di kawasan Pasar Minggu, Jakarta Selatan. 

Founder GoldVerium, Edi Hermanto, menjelaskan bahwa GoldVerium merupakan penggabungan empat lini produk perusahaan, yakni Minigold, Maxigold, Silverium, dan Copperium.Nama tersebut, kata dia, telah didaftarkan sejak 2021 sebagai identitas bisnis jangka panjang.

“GoldVerium adalah gabungan dari Minigold, Maxigold, Silverium, dan Copperium. Ini bukan istilah baru dan sudah saya daftarkan sejak beberapa tahun lalu,” ujar Edi Hermanto pada wartawan saat grand launching, di Jakarta, baru-baru ini.

Menurutnya, perubahan konsep dari Minigold menjadi GoldVerium dilakukan untuk memperkuat branding sekaligus meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap ekosistem investasi logam mulia yang terintegrasi.

Berbeda dari konsep sebelumnya, GoldVerium kini hadir sebagai payung besar bagi empat brand logam sekaligus serta membuka peluang kemitraan melalui pengembangan outlet di berbagai daerah. 

Bacca Juga Tanda-tanda Genting Harga Emas

Edi mengatakan, konsep baru ini dibuat agar seluruh mitra tetap memperoleh manfaat dalam sistem distribusi yang lebih terintegrasi. “Kami ingin membangun ekosistem yang saling mendukung. 

Peluncuran outlet pertama GoldVerium di Hari Perak Nasional

Ketika konsumen datang ke outlet GoldVerium, mitra tetap mendapatkan bagian sesuai aturan yang disepakati,” jelasnya.

Pasar Minggu dipilih sebagai lokasi outlet perdana karena dinilai strategis dan mudah dijangkau dari Bogor, Depok, Jakarta Selatan, hingga Jakarta Barat.

Emas dan Perak Dinilai Tetap Stabil

Edi menyoroti pentingnya aset fisik seperti emas dan perak di tengah penurunan nilai uang akibat inflasi.

Ia mengungkapkan, saat pertama datang ke Jakarta tahun 2001, harga emas masih sekitar Rp77 ribu per gram dan perak Rp800 per gram. Kini harga emas mencapai sekitar Rp2,8 juta per gram, sedangkan perak sekitar Rp60 ribu per gram. “Yang sebenarnya terjadi bukan emas yang naik, tetapi nilai uang yang terus turun,” katanya. 

Menurut Edi, emas dan perak tetap menjadi instrumen investasi yang stabil bahkan mampu melampaui pertumbuhan sektor properti dalam beberapa tahun terakhir.

Fokus pada Produk Murni dan Teknologi Modern

GoldVerium menegaskan hanya memproduksi emas dan perak murni, bukan logam berkadar rendah. 

Untuk menjaga kualitas, perusahaan menggunakan alat XRF senilai sekitar Rp90 juta guna mendeteksi kadar emas secara cepat dan akurat.

Bahan baku yang digunakan berasal dari scrap maupun emas rusak yang diproses kembali menjadi produk investasi seperti Minigold dan Silverium.

Meski perusahaan resmi berdiri sejak 2018, Edi mengaku telah berkecimpung di industri emas selama 25 tahun dan kini memiliki sekitar 300 ribu mitra di seluruh Indonesia.

“Di bisnis emas, reputasi sangat penting. Kalau buruk, cepat diketahui orang. Karena itu kami ingin menjadi dealer yang terpercaya,” ujarnya.

Masa Depan Logam Strategis

Selain emas dan perak, GoldVerium juga memperkenalkan Copperium atau tembaga sebagai logam strategis masa depan.

Menurut Edi, kebutuhan tembaga terus meningkat untuk industri kabel, kendaraan listrik, hingga panel surya, sementara cadangan logam diperkirakan semakin terbatas setelah tahun 2030.

Sebagai bagian dari transformasi digital, GoldVerium juga tengah mengembangkan aplikasi yang dijadwalkan diuji coba pada akhir Mei dan dirilis sekitar Juni mendatang.

Aplikasi tersebut memungkinkan mitra mengumpulkan poin untuk ditukar hadiah, sekaligus dilengkapi AI Assistant sebagai sarana edukasi investasi logam mulia bagi masyarakat.

Dalam sambutannya, Edi menegaskan komitmen GoldVerium dalam membangun layanan investasi yang terpercaya dan transparan.

“Kehadiran GoldVerium merupakan wujud komitmen kami untuk menyediakan layanan investasi logam mulia yang terpercaya, transparan, dan berorientasi pada kebutuhan pelanggan. Kami percaya, kepercayaan adalah fondasi utama dalam industri ini,” ujar Edi.

Peluncuran outlet pertama GoldVerium di Hari Perak Nasional menjadi langkah awal perusahaan dalam memperluas jaringan investasi logam mulia berbasis edukasi, teknologi, dan kemitraan di Indonesia.

Share