Harga Emas Anjlok di Tengah Memanasnya Timur TengahHarga Emas Anjlok di Tengah Memanasnya Timur Tengah

Harga Emas Anjlok di Tengah Memanasnya Timur TengahHarga Emas Anjlok di Tengah Memanasnya Timur Tengah

Share
Share

Perhatian investor kini tertuju pada risalah rapat kebijakan The Fed bulan Juni yang akan dirilis pada Rabu (8/7/2026) waktu setempat. Dokumen tersebut diperkirakan memberikan gambaran lebih jelas mengenai pandangan para pejabat bank sentral terhadap inflasi dan arah kebijakan moneter.

Di sisi lain, konflik di Timur Tengah kembali memanas setelah dua kapal tanker diserang di Selat Hormuz. Iran juga menyatakan tidak akan melanjutkan pembicaraan damai sebelum Presiden AS Donald Trump menghentikan ancaman untuk kembali melancarkan perang.

Perkembangan tersebut mendorong harga minyak naik dan memicu kekhawatiran inflasi akibat potensi kenaikan harga energi. Kondisi itu menjadi sentimen negatif bagi emas karena suku bunga tinggi cenderung mengurangi daya tarik aset yang tidak memberikan imbal hasil.

Sementara itu, bank sentral China melanjutkan akumulasi cadangan emas untuk bulan ke-20 berturut-turut. Hingga akhir Juni, cadangan emas negara tersebut meningkat menjadi 75,44 juta ons troi, dibandingkan 74,96 juta ons troi pada akhir Mei.

Di Asia, Hong Kong juga meluncurkan sistem kliring terpusat untuk perdagangan emas serta menghidupkan kembali perdagangan kontrak berjangka emas sebagai bagian dari upaya memperkuat posisinya sebagai pusat perdagangan logam mulia di kawasan.

Untuk logam mulia lainnya, harga perak spot ambrol 3,37% menjadi US$ 59,96 per ons troi dan paladium melemah 0,46% ke US$ 1.266,95 per ons troi. Sebaliknya, platinum malah naik 0,57% menjadi US$ 1.643,65 per ons troi.

Share