NEW YORK, Detiktoday.com – Harga emas dunia naik pada perdagangan Senin (18/5/2026), setelah sempat melemah di awal perdagangan. Penguatan itu didorong pelemahan dolar AS, meski masih dibayangi kenaikan imbal hasil (yield) obligasi dan lonjakan harga minyak yang meningkatkan kekhawatiran inflasi global.
Harga emas spot naik 0,58% ke level US$ 4.566,19 per ons troi, setelah sempat menyentuh level terendah sejak 30 Maret. Sementara itu, kontrak emas berjangka AS untuk pengiriman Juni justru ditutup naik tipis 0,14% ke US$ 4.568,5 per ons troi.
Dikutip dari Reuters, pelemahan dolar AS sebesar 0,3% terhadap mata uang utama membuat emas yang dihargakan dalam dolar menjadi lebih terjangkau bagi investor global. Kondisi ini menjadi salah satu penopang utama penguatan emas.
“Indeks dolar AS turun ke level terendah sesi perdagangan, ini menjadi sentimen positif bagi pasar emas,” ujar analis pasar Jim Wyckoff.
Namun demikian, Wyckoff menambahkan, kenaikan imbal hasil obligasi berpotensi membatasi penguatan emas, bahkan bisa memberikan tekanan tambahan dalam jangka pendek. Pasalnya, kenaikan yield membuat aset tanpa imbal hasil seperti emas menjadi kurang menarik dibandingkan instrumen berbunga.
Lonjakan Harga Energi