Harga Emas Naik Drastis, namun Masih Minus BulananHarga Emas Naik Drastis, namun Masih Minus Bulanan

Harga Emas Bersinar Terang Pekan IniHarga Emas Bersinar Terang Pekan Ini

Share
Share

NEW YORK, Detiktoday.comHarga emas dunia bersinar terang pada pekan ini, setelah mencatat kenaikan mingguan pertama dalam lima pekan. Reli logam mulia dipicu melemahnya data ketenagakerjaan Amerika Serikat (AS) yang meredam ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed, sekaligus menekan dolar AS.

Pada perdagangan Jumat (3/7/2026), harga emas spot ditutup melonjak 1,25% menjadi US$ 4.175,38 per ons troi, setelah sempat menyentuh level tertinggi sejak 23 Juni. Secara mingguan, harga emas telah menguat lebih dari 2% dan bertahan di atas rata-rata pergerakan 21 hari (21-day moving average), mengindikasikan momentum bullish mulai kembali menguat.

Sementara itu, kontrak berjangka (futures) emas AS untuk pengiriman Agustus naik 1,49% menjadi US$ 4.187,3 per ons troi.

Penguatan emas dipicu laporan tenaga kerja AS yang dirilis Kamis (2/7/2026). Data menunjukkan penciptaan lapangan kerja nonfarm payrolls hanya mencapai 57.000 pada Juni, jauh di bawah konsensus ekonom dalam jajak pendapat Reuters yang memperkirakan kenaikan sebanyak 110.000 pekerjaan.

Kepala Analis Pasar Bybit Han Tan mengatakan, perlambatan tajam perekrutan tenaga kerja di AS menjadi pemicu utama lonjakan harga emas.

“Reaksi pasar terhadap emas cukup wajar karena investor mulai mengurangi ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed pada September setelah data tenaga kerja yang jauh lebih lemah dari perkiraan,” ujarnya.

Berdasarkan CME FedWatch Tool, probabilitas kenaikan suku bunga The Fed pada September kini turun menjadi sekitar 54%, dibandingkan 66% sebelum data ketenagakerjaan dirilis.

Prospek suku bunga yang lebih rendah biasanya menjadi sentimen positif bagi emas karena menurunkan biaya peluang (opportunity cost) untuk memegang aset yang tidak memberikan imbal hasil seperti logam mulia.

Dolar AS Melemah

Share