NEW YORK, invetor.id – Harga emas bertahan kuat di atas US$ 4.500 per ons troi pada perdagangan Kamis (21/5/2026), setelah sempat menyentuh penurunan hingga 1% di awal sesi. Tekanan datang dari harga minyak yang melemah akibat ketidakpastian prospek penyelesaian perang antara Amerika Serikat (AS)–Israel dengan Iran.
Dikutip dari Reuters, di saat yang sama, sementara pelemahan dolar dan turunnya imbal hasil (yield) obligasi AS memberikan dukungan bagi logam mulia tersebut.
Harga emas spot ditutup turun tipis 0,01% ke level US$ 4.543,28 per ons troi, setelah sebelumnya sempat jatuh hingga 1% di awal perdagangan. Kontrak emas berjangka AS pengiriman Juni ditutup melemah 0,3% di US$ 4.544,2 per ons troi.
Di pasar energi, harga minyak bergerak volatil dan cenderung melemah karena ketidakpastian arah penyelesaian konflik geopolitik di Timur Tengah yang masih berlangsung.
“Turunnya harga minyak dan pelemahan dolar dari level tertinggi enam pekan seharusnya mendukung emas dalam jangka pendek. Namun pasar masih cenderung hati-hati karena beberapa kesepakatan sebelumnya juga sempat gagal,” ujar Vice President dan Senior Metals Strategist di Zaner Metals Peter Grant.
Sejak konflik dimulai pada akhir Februari, emas telah terkoreksi lebih dari 14% seiring gangguan jalur pelayaran di Selat Hormuz yang sempat mendorong harga energi dan memicu kekhawatiran inflasi.
Dolar AS Melemah