Harga Emas Bisa Melonjak ke US$ 10.000? Begini Komentar Ahli

Share
Share

JAKARTA, Detiktoday.com – Di tengah fluktuasi di sekitar level US$ 4.100 per troy ounce, harga emas diyakini tetap memiliki prospek optimis.

Dikutip dari Mining, Jumat (10/7/2026) seorang analis pasar mata uang dan komoditas, Peter Schiff memprediksi lonjakan utang Amerika Serikat hingga risiko peningkatan inflasi yang dapat menekan kebijakan Federal Reserve meningkatkan peluang untuk harga emas mencapai level US$ 10.000 per troy ounce.

Schiff menyoroti beban utang AS yang mendekati US$ 40 triliun, defisit tahunan mendekati US$ 3 triliun, dan pembayaran bunga menuju US$ 2 triliun telah membuat bank sentral tidak mampu memulihkan stabilitas harga tanpa memicu krisis keuangan.

“Saya pikir investor tertipu oleh retorika The Fed,” kata Schiff kepada Mining.

“Dia memang mengakui bahwa inflasi adalah pilihan, dan itulah yang akan dia pilih,” ucapnya.

Schiff berpendapat bahwa efek domino dari inflasi yang tinggi adalah penurunan tajam pasar saham, jatuhnya harga rumah, resesi, dan pengetatan fiskal di AS; kondisi yang menurutnya akan dihindari oleh para pembuat kebijakan. Sebaliknya, ia mengatakan The Fed akan terus membiarkan inflasi mengikis nilai riil utang pemerintah karena menaikkan suku bunga secara signifikan akan membuat pembayaran utang tersebut menjadi tidak terjangkau.

Kenaikan suku bunga lebih tinggi inilah yang dapat menjadi pendorong harga emas.

Schiff memperkirakan harga perak akan mencapai US$ 200 per ons, dengan US$ 50 menjadi level support jangka panjang, sementara harga emas akan naik terlebih dahulu ke US$ 5.000 per troy ounce dan akhirnya US$ 10.000.

Schiff melihat permintaan industri dan permintaan moneter saling memperkuat. Selain itu, ia juga mengaku yakin kenaikan harga melampaui pasar logam mulia.

Salah satunya, perluasan diversifikasi cadangan aset bank-bank lobal dari dolar AS ke emas, membalikkan sistem moneter yang telah ada sejak dolar As menggantikan emas sebagai aset cadangan utama dunia pada tahun 1971.

“Emas menjadi pengganti dolar AS. Karena emas adalah cadangan sebelum menjadi dolar,” sebutnya.

Share