Harga Emas Menguat, Berpeluang Menuju US$ 5.005 per Ons Troi

Harga Emas di Level KrusialHarga Emas di Level Krusial

Share
Share

JAKARTA, Detiktoday.com – Harga emas dunia berada di level krusial setelah bertahan di area support penting selama lima pekan terakhir. Pelaku pasar kini menanti rilis data inflasi Amerika Serikat (AS) yang berpotensi menjadi pemicu pergerakan besar harga emas pada pekan ini.

Harga emas ditutup turun tipis sebesar 0,01% ke level US$ 4.121,08 per ons troi pada perdagangan Jumat (10/7/2026). Sepekan lalu, harga emas mencatatkan kinerja negatif karena turun sebesar 1,31%. Secara year to date (ytd), harga emas telah turun sebanyak 4,76%.

Senior Technical Strategist Forex.com Michael Boutros mengatakan, tekanan jual terhadap emas terus terjadi dalam beberapa pekan terakhir. Namun, upaya menembus level support utama belum berhasil sehingga membuka peluang terbentuknya titik balik (rebound) bagi logam mulia tersebut.

“Penurunan harga emas mulai kehilangan momentum. Pasar kini menunggu katalis baru untuk menentukan apakah emas sedang membangun fondasi kenaikan atau hanya berhenti sejenak sebelum kembali melemah,” tulis Boutros dalam risetnya.

Secara teknikal, harga emas saat ini masih bertahan di area support penting US$ 4.074-4.112 per ons troi. Level ini menjadi penentu arah berikutnya bagi logam mulia. “Apabila area tersebut mampu dipertahankan, emas berpeluang menguat menuju level resistensi awal di US$ 4.272 per ons troi, kemudian ke area US$ 4.319 per ons troi,” paparnya.

Namun, lanjut dia, jika support tersebut jebol dan harga ditutup di bawah US$ 4.074 per ons troi, tekanan jual diperkirakan akan meningkat dan mendorong emas menuju target penurunan berikutnya di US$ 3.887 per ons troi, bahkan berpotensi turun ke area US$ 3.700 per ons troi hingga US$ 3.570 per ons troi.

“Sementara itu, sinyal pembalikan tren yang lebih kuat baru akan muncul jika emas mampu menembus dan ditutup di atas area resistensi US$ 4.493-4.540 per ons troi,” jelasnya.

Fokus Data Inflasi AS

Share