Pakar Bocorkan Strategi Investasi Emas

Harga Emas Masih Punya Prospek Cerah, Begini Penjelasan Pakar 

Share
Share

JAKARTA, Detiktoday.com – Pakar melihat peluang harga emas untuk kembali rebound dengan kuat tahun depan, seiring reaksi investor terhadap ekspektasi kenaikan suku bunga Federal Reserve (The Fed).

“Saya pikir pasar sedikit terlalu optimis,” kata Kepala Riset Komoditas dan Makroekonomi di WisdomTree, Nitesh Shah, dikutip dari Kitco News, Jumat (3/7/2026).

Menurutnya, investor terlalu bergantung pada proyeksi para pembuat kebijakan sambil mengabaikan kendala ekonomi yang dihadapi bank sentral.

“Saya rasa saya tidak sepenuhnya yakin kita akan mendapatkan banyak kenaikan suku bunga dalam waktu dekat. Ya, pasar tenaga kerja cukup kuat dan inflasi tinggi, tetapi narasinya tidak jauh berbeda,” ujar Nitesh Shah.

Menurut Shah, variabel terpenting untuk harga emas adalah arah jangka panjang dolar AS. Meskipun telah menguat dalam beberapa bulan terakhir karena pasar telah memperhitungkan kebijakan The Fed yang lebih agresif, Shah percaya bahwa penguatan dolar AS pada akhirnya akan bersifat sementara.

Ia menunjuk pada defisit fiskal AS yang terus-menerus dan ketidakseimbangan neraca transaksi berjalan sebagai pendorong fundamental yang pada akhirnya akan membebani dolar AS.

“Saat ini, saya pikir dolar AS kuat hanya karena ekspektasi suku bunga dana Fed yang lebih tinggi, yang menurut saya mungkin sedikit keliru,” ucap Shah.

Shah juga memperkirakan meredanya ketegangan geopolitik dan peningkatan pasokan energi global akan membantu menekan inflasi dalam jangka menengah, mengurangi tekanan bagi The Fed untuk terus memperketat kebijakan secara agresif.

Dengan latar belakang tersebut, WisdomTree mempertahankan prospek bullish jangka panjang harga emas untuk naik 25% pada kuartal pertama 2027 mendatang.

“Saya masih berpikir harga emas di atas US$ 5.000 mudah dicapai,” kata Shah.

Selain itu, WisdomTree juga menyoroti akumulasi berkelanjutan bank sentral, mengutip survei manajer cadangan terbaru dari World Gold Council yang menunjukkan rekor persentase responden yang berencana untuk meningkatkan kepemilikan emas selama tahun depan.

“Bank sentral tentu saja mungkin akan membeli, dan mungkin membeli lebih banyak sekarang karena harga telah mereda,” katanya.

Share