Gelombang Besar Aksi Jual Emas

Harga Emas Melemah, Pasar Tunggu Sinyal The FedHarga Emas Melemah, Pasar Tunggu Sinyal The Fed

Share
Share

Namun, Gubernur The Fed Christopher Waller memiliki pandangan berbeda. Menurutnya, panduan mengenai arah suku bunga tetap menjadi instrumen penting untuk mempercepat efektivitas kebijakan moneter dalam kondisi tertentu.

Sebelumnya, harga emas telah terkoreksi lebih dari 25% dari rekor tertingginya tahun ini setelah perang AS-Israel melawan Iran memicu kekhawatiran inflasi, menguatkan dolar AS, dan meningkatkan ekspektasi kenaikan suku bunga.

Meski demikian, emas sempat menguat ke level tertinggi dalam dua pekan pada Senin (6/7/2026) setelah tercapainya gencatan senjata yang meredakan kekhawatiran inflasi. Sentimen positif juga datang dari data ketenagakerjaan AS yang lebih lemah dari perkiraan sehingga mengurangi ekspektasi kenaikan suku bunga dalam waktu dekat.

Berdasarkan CME FedWatch Tool, pelaku pasar kini memperkirakan peluang sekitar 56% bahwa The Fed akan menaikkan suku bunga pada September, turun dibandingkan lebih dari 60% sebelum data tenaga kerja dirilis.

Di sisi lain, Hong Kong resmi meluncurkan sistem kliring terpusat untuk perdagangan emas sekaligus mengaktifkan kembali perdagangan kontrak berjangka emas sebagai bagian dari upaya memperkuat posisinya sebagai pusat cadangan emas regional.

Sementara itu, logam mulia lainnya juga melemah. Harga perak spot anjlok 1,69% menjadi US$ 61,01 per ons, platinum jatuh 0,9% menjadi US$ 1.620,38 per ons, sedangkan paladium terkoreksi 0,54% menjadi US$ 1.265,66 per ons.

Share