JAKARTA, Detiktoday.com – Harga emas dunia menguat pada perdagangan Selasa (12/5/2026) pagi, di tengah meningkatnya kekhawatiran inflasi global dan memanasnya kembali konflik Amerika Serikat (AS)-Iran. Pelaku pasar juga bersikap hati-hati menjelang rilis data inflasi AS pada hari ini yang diperkirakan memengaruhi arah kebijakan suku bunga The Fed.
Harga emas hari ini terlihat naik 0,34% ke level US$ 4.751,09 per ons troi saat berita ditulis. Penguatan terjadi setelah pasar mencermati kenaikan harga minyak dunia serta meningkatnya tensi geopolitik di Timur Tengah.
Dikutip dari Kitco News, ketegangan kembali meningkat setelah Presiden AS Donald Trump menolak proposal terbaru Iran terkait gencatan senjata dan menyebut situasi perdamaian saat ini berada dalam kondisi ‘on life support’.
Kondisi tersebut membuat jalur strategis Selat Hormuz masih belum sepenuhnya terbuka, sehingga memicu kekhawatiran gangguan pasokan energi global dan mendorong harga minyak tetap tinggi.
Harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) bertahan di kisaran US$ 98,07 per barel, sedangkan Brent berada di sekitar US$ 104,21 per barel.
Kenaikan harga minyak memperbesar risiko inflasi dan membuat pasar memperkirakan suku bunga tinggi AS akan bertahan lebih lama. Hal ini tercermin dari naiknya imbal hasil obligasi pemerintah AS tenor 10 tahun ke area 4,4% serta penguatan dolar AS.
Tunggu Data Inflasi