NEW YORK, Detiktoday.com – Harga emas dunia ditutup menguat nyaris 1% pada perdagangan Kamis (4/6/2026), didorong oleh meningkatnya optimisme terhadap potensi gencatan senjata di Timur Tengah yang menekan dolar serta imbal hasil (yield) obligasi pemerintah Amerika Serikat (AS).
Harga emas spot ditutup naik 0,92% menjadi US$ 4.475,41 per ons troi. Sementara itu, kontrak emas berjangka AS untuk pengiriman Agustus ditutup menguat 0,79% ke level US$ 4.502,25 per ons troi.
Dikutip dari Reuters, sentimen pasar global membaik setelah laporan kesepakatan gencatan senjata antara Israel dan Lebanon memicu harapan meredanya konflik regional yang selama ini menopang harga minyak. Akibatnya, harga minyak dunia turun lebih dari 3% di tengah ekspektasi terbukanya kembali jalur pelayaran strategis Selat Hormuz.
Penurunan harga minyak turut menekan dolar AS yang melemah 0,2%. Pelemahan greenback membuat emas menjadi lebih terjangkau bagi investor global. Di saat yang sama, turunnya imbal hasil obligasi AS, termasuk tenor 10 tahun, meningkatkan daya tarik emas sebagai aset tanpa imbal hasil.
“Level tertinggi baru emas tahun ini semakin kecil kemungkinannya kecuali terjadi gencatan senjata yang benar-benar stabil dengan Iran yang membuka kembali Hormuz dan menurunkan harga energi,” ujar analis logam independen Tai Wong.
Ia menambahkan, kondisi tersebut dapat meredakan kekhawatiran pasar terhadap inflasi dan kebijakan suku bunga tinggi yang selama ini menjadi tekanan bagi emas.
Jatuh dari Rekor