JAKARTA, Detiktoday.com – Pergerakan harga emas dunia pada pekan depan diperkirakan akan sangat dipengaruhi oleh serangkaian data ekonomi Amerika Serikat (AS), terutama indikator sektor tenaga kerja yang menjadi acuan utama arah kebijakan suku bunga The Fed.
Harga emas spot ditutup naik 1% menjadi US$ 4.540,6 per ons troi. Sebelumnya, emas sempat menyentuh level terendah dua bulan di level US$ 4.365,76 per ons troi pada Kamis (28/5/2026), sebelum akhirnya ditutup menguat. Secara bulanan, harga emas spot masih mencatat penurunan lebih dari 1%.
Dikutip dari Kitco, pelaku pasar logam mulia akan mencermati sejumlah data penting mulai dari aktivitas manufaktur, sektor jasa, hingga laporan ketenagakerjaan AS yang dijadwalkan rilis sepanjang pekan. Data-data tersebut dinilai berpotensi memengaruhi ekspektasi pasar terhadap peluang penurunan suku bunga The Fed dalam beberapa bulan mendatang.
Harga emas selama sepekan terakhir masih mendapat dukungan dari permintaan aset safe haven di tengah ketidakpastian prospek pertumbuhan ekonomi global dan arah kebijakan moneter AS. Selain itu, tren pembelian emas oleh bank sentral berbagai negara juga tetap menjadi faktor penopang harga.
Fokus pasar pada awal pekan akan tertuju pada rilis indeks aktivitas manufaktur AS atau ISM Manufacturing PMI pada Senin (2/6/2026). Data ini menjadi indikator penting untuk mengukur kondisi sektor industri yang selama dua tahun terakhir menghadapi tekanan akibat tingginya suku bunga dan melemahnya permintaan global.
Jika aktivitas manufaktur kembali menunjukkan pelemahan, pasar berpotensi meningkatkan ekspektasi bahwa ekonomi AS mulai melambat, sehingga dapat memberikan sentimen positif bagi harga emas.
Selanjutnya, Selasa (3/6/2026), investor akan menantikan laporan JOLTs Job Openings yang mengukur jumlah lowongan pekerjaan di AS. Data ini menjadi salah satu indikator favorit The Fed dalam menilai kekuatan pasar tenaga kerja.
Jumlah lowongan kerja yang lebih rendah dari perkiraan dapat menjadi sinyal bahwa permintaan tenaga kerja mulai melemah. Kondisi tersebut berpotensi memperkuat harapan pasar terhadap kebijakan suku bunga yang lebih longgar dan mendukung kenaikan harga emas.
Fokus Data Penting