JAKARTA, Detiktoday.com – Harga emas dunia terus terkonsolidasi di sekitar level psikologis baru US$ 4.600 per troy ounce, menyusul rilis terkait perlambatan laju konsumsi di Amerika Serikat.
Dipantau dari laman Kitco, Jumat (15/5/2026) harga emas terpantau terkoreksi 0,77% ke level US$ 4.616 per troy ounce.
Sebelumnya, harga emas spot ditutup di level US$ 4.705 per troy ounce, naik 0,35%.
Pasar emas terus mempertahankan dukungan kritis tetapi tidak menunjukkan reaksi besar terhadap data ekonomi terbaru AS.
Data yang dirilis Departemen Perdagangan AS menunjukkan, penjualan ritel AS tumbuh 0,5% pada bulan April 2026, turun dari kenaikan 1,6% yang tercatat pada bulan Maret 2026.
Pada saat yang sama, penjualan ritel meningkat 4,9% dari April 2025. Data penjualan ritel AS naik sesuai dengan ekspektasi pasar.
Penjualan inti, yang tidak termasuk penjualan kendaraan, meningkat 0,7% bulan lalu, dibandingkan dengan kenaikan 1,9% pada bulan Maret. Pengeluaran untuk barang-barang inti juga memenuhi ekspektasi para ekonom.
Beberapa ekonom mencatat bahwa meskipun penjualan ritel tetap relatif sehat, data tersebut tidak disesuaikan dengan inflasi, yang berarti bahwa seiring kenaikan harga, angka penjualan juga meningkat.
Inflasi yang lebih tinggi dan suku bunga yang tetap pada level saat ini akan menyebabkan imbal hasil riil yang lebih rendah, mengurangi biaya peluang untuk memegang emas, menurut analis.