Harga Emas Melemah, Nyaris Jebol Batas US$ 4.700 per Ons TroyHarga Emas Melemah, Nyaris Jebol Batas US$ 4.700 per Ons Troy

Harga Emas Terpangkas, Pasar Dilanda KetidakpastianHarga Emas Terpangkas, Pasar Dilanda Ketidakpastian

Share
Share

JAKARTA, Detiktoday.com – Harga emas dunia terpangkas pada perdagangan Senin (11/5/2026). Pelemahan ini karena ketidakpastian global semakin tinggi, seiring memudarnya harapan tercapainya perdamaian antara Amerika Serikat (AS) dan Iran yang memicu lonjakan harga minyak serta kekhawatiran inflasi global.

Harga emas hari ini jatuh 0,9% menjadi US$ 4.672,61 per ons troi saat berita ditulis. Sementara itu, emas berjangka AS untuk pengiriman Juni melemah 1,02% ke level US$ 4.682,81 per ons troi.

Dikutip dari Reuters, pelemahan harga emas juga dipengaruhi penguatan dolar AS yang membuat emas menjadi lebih mahal bagi pemegang mata uang lainnya.

Tekanan terhadap pasar emas meningkat setelah Presiden AS Donald Trump menolak respons Iran atas proposal terbaru perundingan damai. Kondisi tersebut memudarkan harapan pasar terhadap berakhirnya konflik yang telah berlangsung selama 10 pekan terakhir.

Konflik tersebut telah memicu kerusakan besar di Iran dan Lebanon, mengganggu jalur pelayaran di Selat Hormuz, serta mendorong kenaikan harga energi global.

Chief Market Analyst KCM Trade Tim Waterer mengatakan, pasar kini mulai mengurangi ekspektasi terhadap tercapainya kesepakatan damai dalam waktu dekat. “Kami melihat memudarnya harapan terhadap kesepakatan damai dalam waktu dekat, dan harga emas terkena dampak dari kembali naiknya harga minyak mentah,” ujar Waterer.

Harga minyak dunia melonjak setelah aktivitas pelayaran di Selat Hormuz masih terganggu, sehingga pasokan energi global tetap ketat.

Kenaikan harga minyak memicu kekhawatiran inflasi bertahan tinggi dan berpotensi membuat suku bunga global tetap tinggi lebih lama. Kondisi tersebut biasanya menjadi sentimen negatif bagi emas yang tidak memberikan imbal hasil.

Suku Bunga The Fed

Share