Harga Minyak Anjlok 5%, Pasar Tunggu Kepastian Damai AS dan IranHarga Minyak Anjlok 5%, Pasar Tunggu Kepastian Damai AS dan Iran

Harga Minyak Anjlok 5%, Pasar Tunggu Kepastian Damai AS dan IranHarga Minyak Anjlok 5%, Pasar Tunggu Kepastian Damai AS dan Iran

Share
Share

LONDON, Detiktoday.comHarga minyak dunia ditutup anjlok lebih dari 5% pada perdagangan Rabu (27/5/2026), seiring investor menanti perkembangan negosiasi perdamaian antara Amerika Serikat (AS) dan Iran yang diharapkan dapat mengakhiri konflik sekaligus membuka kembali jalur pelayaran Selat Hormuz.

Dikutip dari Reuters, harga minyak Brent ditutup turun US$ 5,29 (5,31%) menjadi US$ 94,29 per barel. Sementara itu, harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS melemah US$ 5,21 (5,55%) ke level US$ 88,68 per barel.

Kedua acuan harga minyak tersebut sempat menyentuh level terendah dalam satu bulan pada perdagangan intraday. Penurunan itu sekaligus menghapus seluruh penguatan Brent pada sesi sebelumnya.

Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio mengatakan, telah ada kemajuan dalam negosiasi dengan Iran menuju kesepakatan damai. Namun, Presiden Donald Trump menegaskan masih terdapat sejumlah persoalan yang harus diselesaikan dalam pembicaraan tersebut.

Di sisi lain, kantor berita Iran Fars News juga melaporkan, masih ada sejumlah isu yang belum mencapai titik temu.

Washington turut membantah laporan televisi pemerintah Iran yang menyebut telah tercapai kerangka kesepakatan untuk memulihkan lalu lintas pelayaran di Selat Hormuz dalam waktu satu bulan dan mencabut blokade laut AS terhadap kapal Iran.

Televisi pemerintah Iran sebelumnya melaporkan AS akan menarik pasukan militernya dari wilayah sekitar Iran dan mengakhiri blokade angkatan laut. Pengelolaan lalu lintas kapal di Selat Hormuz disebut akan dilakukan Iran bersama Oman.

Senior Vice President Trading BOK Financial Dennis Kissler mengatakan, pasar mulai percaya peluang tercapainya perdamaian semakin besar. “Pernyataan pejabat militer Iran bahwa kemungkinan perang kembali pecah rendah membuat banyak trader percaya kesepakatan damai semakin dekat,” ujar Kissler.

Menurut dia, kekhawatiran pasar terhadap ketatnya pasokan minyak global mulai mereda.

Selat Hormuz Membaik

Share