Harga Minyak Turun, Terburuk Sejak PandemiHarga Minyak Turun, Terburuk Sejak Pandemi

Share
Share

NEW YORK, Detiktoday.com – Harga minyak dunia ditutup turun pada perdagangan Selasa (30/6/2026) waktu setempat. Tidak hanya itu, minyak Brent dan West Texas Intermediate (WTI) membukukan penurunan bulanan dan kuartalan terdalam sejak pandemi Covid-19 pada 2020.

Dikutip dari Reuters, harga minyak Brent untuk pengiriman Agustus turun 23 sen (0,3%) menjadi US$ 72,92 per barel. Sedangkan kontrak Brent Agustus berakhir pada Selasa dan akan digantikan kontrak September yang diperdagangkan di kisaran US$ 73,31 per barel. Sementara itu, harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) melemah US$ 1,25 (1,8%) ke US$ 69,50 per barel.

Penurunan harga minyak terjadi seiring meningkatnya harapan pasar terhadap potensi pembicaraan lanjutan antara Amerika Serikat (AS) dan Iran di Doha, meskipun gencatan senjata sementara dalam konflik yang telah berlangsung selama empat bulan masih berlangsung rapuh.

Menariknya, harga Brent dan WTI kini kembali mendekati level sebelum pecahnya perang AS-Israel dengan Iran pada akhir Februari. Saat itu Brent ditutup di US$ 72,48 per barel dan WTI berada di US$ 67,02 per barel.

Analis UBS Giovanni Staunovo mengatakan, pasar memang masih mempertahankan premi risiko geopolitik, namun mulai muncul tambahan pasokan setelah kapal-kapal yang sebelumnya tertahan di kawasan Teluk kembali beroperasi.

“Saya tidak mengatakan premi risiko sudah hilang sepenuhnya. Namun, bertambahnya kapal yang kembali keluar dari Teluk menciptakan tambahan pasokan sementara sehingga menekan harga minyak,” ujar Staunovo.

Senada dengan itu, Morgan Stanley memperkirakan pasar minyak global akan mengalami surplus pasokan sekitar 4,8 juta barel per hari pada 2027, yang berpotensi membatasi kenaikan harga dalam jangka menengah.

Meski demikian, peluang tercapainya perdamaian permanen masih belum pasti. Seorang pejabat Qatar mengatakan utusan khusus AS yang tiba di Doha tidak akan menggelar pertemuan tingkat tinggi dengan Iran.

Sebagai gantinya, kedua pihak hanya akan melakukan pembicaraan teknis mengenai isu keamanan kawasan yang nantinya dapat ditingkatkan menjadi pembahasan di level yang lebih tinggi.

Sebelumnya, utusan AS Steve Witkoff dan Jared Kushner tiba di Doha setelah sempat terjadi saling serang pada akhir pekan yang menguji kesepakatan gencatan senjata sementara yang mulai berlaku pada 17 Juni.

Penurunan Terburuk

Share