BCA (BBCA) Diborong Direksi Saat Turun, Kesempatan Sebelum Harga Terbang ke 10.000?

Harga Wajar BBCA setelah Menyentuh Titik NadirHarga Wajar BBCA setelah Menyentuh Titik Nadir

Share
Share

JAKARTA, Detiktoday.com – Saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) menyentuh titik nadir dalam 52 pekan terakhir di level Rp6.050, seiring dihajar net sell asing bertubi-tubi. Tetapi, ini malah membuka peluang mendapatkan cuan lebih besar dari BBCA yang nyatanya mencetak kinerja kuat dan target harga tinggi.

Berdasarkan riset Phintraco Sekuritas, kinerja BBCA pada kuartal I-2026 masih sejalan dengan ekspektasi, dengan fundamental yang tetap solid di tengah tekanan lingkungan suku bunga dan volatilitas pasar. Secara tahunan, net interest income stagnan Rp21,15 triliun, namun DPK tumbuh 8,3% menjadi Rp1.292 triliun, dengan komposisi CASA yang menguat ke level 85,2%, naik 2,3%.

“Kombinasi ini membuat laba bersih BBCA tumbuh 3,8% menjadi Rp14,68 triliun kuartal I lalu. ROE meningkat 4,1% menjadi 25.1%, mengindikasikan bahwa profitabilitas BBCA tetap resilien di tengah NIM yang lebih rendah,” tulis Phintraco, dikutip Senin (27/4/2026).

Phintraco mencatat, NIM BBCA terkoreksi 0,4% menjadi 5,4%, mencerminkan penurunan loan yield yang berlangsung lebih cepat dibandingkan cost of fund, sejalan dengan tren industri perbankan di tengah persaingan pricing yang semakin ketat. Tetapi, NIM BBCA masih jauh di atas rata rata industri sebesar 4,4%, mencerminkan keunggulan struktural BBCA dalam mengelola spread bunga melalui dominasi CASA.

Rekomendasi dan Target Harga

Share