Yogyarta, Detiktoday.com – Peringatan Hari Lahir (Harlah) Pancasila menjadi momentum penting bagu DPC PDI Perjuangan Kota Yogyakarta dalam penegasan kembali tentang komitmen dalam menjalankan kebijakan anggaran yang pro rakyat.
Langkah tersebut dijalankan guna berikan keberpihakan nyata PDI Perjuangan menyelesaikan persoalan yang dihadapi masyarakat, mulai dari krisis ekonomi, keterbatasan fiskal akibat pemangkasan anggaran daerah hingga penanganan kejahatan jalanan yang melibatkan anak usia sekolah.
“Di momentum peringatan Hari Pancasila 1 Juni, maka nilai-nilai Pancasila yang dirumuskan oleh Bung Karno harus diwujudkan dalam kebijakan yang berpihak kepada rakyat, maka pilihan kebijakan pembangunan di Yogyakarta kita dorong bisa untuk percepatan penanganan stunting, alokasikan anggaran Rp 120 juta untuk kalurahan dan memastikan tiap anak usia sekolah bisa akses layanan pendidikan. Kepada Pemerintah Pusat, kita harap serius praktekkan Pancasila dengan wujudkan pro poor policies, pro poor budgetting berbasis otonomi daerah. Bukan justru resentralisasi fiskal seperti yang terjadj 2 tahun terakhir ini. Pemangkasan Anggaran terbukti meremukkan perekonomian didaerah. Pusat harus segera evaluasi kebijakan pemangkasan anggaran.” kata Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Yogyakarta, Eko Suwanto, Senin (1/6/2026).
Baca: 9 Prestasi Mentereng Ganjar Pranowo Selama Menjabat Gubernur
Eko Suwanto, Ketua DPC PDI Perjuangan Yogyakarta memimpin upacara di Kantor DPC PDI Perjuangan Kota Yogyakarta, menegaskan perhatian terhadap kesejahteraan masyarakat harus menjadi prioritas melalui penyediaan lapangan kerja, penanganan stunting, penyelesaian persoalan sampah hingga perparkiran dan layanan pendidikan.
“Hari ini Alhamdulillah kita bertemu dalam suasana yang sangat baik, upacara Hari Lahir Pancasila yang oleh Bung Karno dirumuskan, digagas dan dijelaskan dalam sidang BPUPK pada 1 Juni 1945 harus bermakna dalam kehidupan masyarakat saat ini yaitu alokasikan anggaran pro rakyat,” Eko Suwanto.
Baca: Kisah Unik Ganjar Pranowo di Masa Kecilnya untuk Membantu Ibu
Di tengah-tengah kondisi fiskal daerah yang terbatas menjadi tantangan tersendiri bagi pemerintah daerah. Eko Suwanto Ketua Komisi A DPRD DIY menyatakan salah satu persoalan yang perlu mendapat perhatian serius adalah berkurangnya kemampuan anggaran daerah akibat kebijakan efisiensi dari pemerintah pusat.
Momentum Hari Lahir Pancasila, PDI Perjuangan Kota Yogyakarta berharap nilai-nilai kemanusiaan, keadilan sosial dan gotong royong dapat terus menjadi pedoman dalam menghadapi berbagai tantangan sosial yang berkembang di tengah masyarakat.
“Mari kita hikmati dan laksanakan pesan Bung Karno sebagaimana termaktub dalam Pidato Lahirnya Pancasila 1 Juni 1945. Marilah kita menyelesaikan karyo, gawe, pekerjaan, amal ini, b e r s a m a- s a m a ! Gotong-royong adalah pembantingan-tulang bersama, pemerasan-keringat bersama,
perjoangan bantu-binantu bersama. Semua buat kepentingan semua, k e r i n g a t semua buat kebahagiaan semua. Ho-lopis-kuntul-baris buat kepentingan bersama! Itulah Gotong Royong!”, ujar Politisi PDIP yang menjabat Ketua Komisi A DPRD DIY Eko Suwanto ini.