IHSG Dikepung dari Berbagai SudutIHSG Dikepung dari Berbagai Sudut

IHSG Dikepung dari Berbagai SudutIHSG Dikepung dari Berbagai Sudut

Share
Share

JAKARTA, Detiktoday.com – Indeks harga saham gabungan (IHSG) longsor pada sesi I perdagangan Senin (18/5/2026). IHSG seperti dikepung berbagai sentimen negatif dari berbagai sudut.

Pada sekitar pukul 09.59 WIB, IHSG minus 4,29% ke 6.434. Sebanyak 662 saham memerah, 71 saham hijau, dan 77 saham stagnan.

Berbagai sentimen negatif menyergap IHSG. Nilai tukar (kurs) rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) rontok parah pada Senin (18/4/2026) pagi, di mana ada juga tekanan kenaikan harga minyak dunia dan melonjaknya imbal hasil obligasi AS. 

Berdasarkan data Bloomberg pada pukul 9.02 WIB di pasar spot exchange, nilai tukar rupiah hari ini ambles 51 poin (0,29%) ke level Rp 17.648 per dolar AS. Sementara itu, indeks dolar terlihat naik 0,06% ke level 99,34.

Sementara itu, BRI Danareksa Sekuritas (BRIDS) menyebut FTSE Russell masih mempertahankan status pemantauan terhadap pasar modal Indonesia sambil mengevaluasi peningkatan transparansi dan kualitas tata kelola emiten domestik.

Otoritas pasar modal Indonesia dinilai telah melakukan perbaikan melalui keterbukaan kepemilikan saham di atas 1%, publikasi High Shareholding Concentration (HSC), dan peningkatan klasifikasi pelaporan investor.

FTSE Russell akan memperbarui indeks Juni 2026 melalui evaluasi free float, klasifikasi industri, perubahan kapitalisasi pasar, hingga penyesuaian data ESG emiten. Emiten dengan konsentrasi kepemilikan saham yang terlalu tinggi berisiko dikeluarkan dari indeks karena dianggap memiliki free float yang rendah dan likuiditas terbatas.

Pemantauan lanjutan hingga September 2026 menunjukkan FTSE Russell masih mencermati stabilitas, transparansi, dan aksesibilitas pasar modal Indonesia sebelum mengambil keputusan indeks berikutnya.

Sebelumnya, MSCI juga sudah mengumumkan hasil tinjauan indeks Mei 2026. Semua perubahan akan diimplementasikan pada penutupan perdagangan tanggal 29 Mei 2026.

Total enam saham dicabut dari MSCI Global Standard Index.

Ada 13 saham dikeluarkan dari MSCI Small Cap Index. Namun ada satu yang dikeluarkan dari MSCI Global Standard masuk ke Small Cap.

MSCI mengeluarkan enam saham emiten Indonesia dari perhitungan MSCI Global Standard Index. Keenamnya adalah PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN), PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN), PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA).

Kemudian, PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA), PT Petrindo Kaya Kreasi Tbk (CUAN), PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT).

Namun AMRT dimasukkan ke perhitungan MSCI Small Cap Index.

Selain itu, MSCI mengeluarkan 13 saham emiten Indonesia dari perhitungan MSCI Small Cap Index. Nama-namanya mencakup, Aneka Tambang (ANTM), Astra Agro Lestari (AALI), Bank Aladin Syariah (BANK), Bumi Serpong Damai (BSDE).

Kemudian, Dharma Satya Nusantara (DSNG), Sido Muncul (SIDO), Midi Utama Indonesia (MIDI), Mitra Keluarga (MIKA).

Lalu, MNC Digital Entertainment (MSIN), Pabrik Tjiwil Kimia (TKIM), Pacific Strategic Financial (APIC), Sawit Sumbermas (SSMS), dan Triputra Agro Persada (TAPG).

Sentimen Lainnya

Share