Ijah Hartini Sebut Peran Insan Penyiaran Sangat Krusial bagi Bangsa
Detiktoday.com -Anggota DPRD Jabar, Hj. Ijah Hartini, menekankan bahwa peran insan penyiaran sangatlah krusial dalam memajukan kehidupan berbangsa dan bernegara di Indonesia.
“Penyiaran memiliki peran yang sangat penting dalam pembangunan bangsa dan negara karena menjadi salah satu pilar utama dalam menyampaikan informasi, mendidik, serta membentuk opini publik,” ungkapnya.
“Selain itu, penyiaran juga berfungsi sebagai alat kontrol dan pengawasan terhadap kekuasaan. Dengan memberikan ruang bagi beragam suara dan pandangan, penyiaran dapat membantu menjaga keseimbangan kekuasaan serta mencegah penyalahgunaan kekuasaan oleh pihak-pihak yang berwenang,” jelas Ijah.
Menurut Ijah, penyiaran memiliki peran penting dalam membentuk identitas nasional dan memperkokoh persatuan dan kesatuan bangsa. Dengan menyajikan program-program yang mempromosikan nilai-nilai budaya, sejarah, dan kebangsaan, penyiaran berkontribusi dalam memperkuat rasa bangga dan solidaritas di tengah masyarakat.
“Tidak hanya itu, penyiaran juga menjadi saluran komunikasi vital bagi para pemimpin politik untuk berinteraksi dengan masyarakat. Melalui berbagai format seperti siaran langsung, wawancara, dan debat, penyiaran memberikan platform bagi para pemimpin untuk menyampaikan visi, program, dan kebijakan mereka kepada publik, serta berdialog langsung dengan mereka,” tambah Ijah.
Adapun tanggal 1 April diperingati sebagai Hari Penyiaran Nasional. Ijah menjelaskan bahwa pemilihan tanggal 1 April sebagai Hari Penyiaran Nasional merujuk pada berdirinya Lembaga Penyiaran Radio pertama milik bangsa Indonesia pada 1 April 1933 di Solo.
“Pada tanggal 1 April, kita merayakan hari berdirinya Solosche Radio Vereeniging (SRV) yang diprakarsai oleh KGPAA Mangkunegoro VII,” paparnya.
Ijah tak lupa mengucapkan selamat Hari Penyiaran Nasional kepada seluruh insan penyiaran di Indonesia.
“Saya mengucapkan Selamat Hari Penyiaran Nasional. Terima kasih atas dedikasi dan kontribusi luar biasa dalam dunia penyiaran,” tuturnya.