JAKARTA, Detiktoday.com – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) longsor dalam pada sesi I perdagangan Selasa (30/6/2026), terseret kombinasi sentimen negatif dari pasar global dan domestik.
Pelemahan mayoritas bursa Asia, tekanan terhadap nilai tukar rupiah, hingga aksi wait and see menjelang rilis sejumlah data ekonomi penting menjadi pemicu utama koreksi tajam tersebut.
Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), IHSG hari ini merosot 174,35 poin (2,97%) ke level 5.647,49 saat berita ditulis. Sepanjang perdagangan, indeks bergerak di kisaran 5.642 hingga 5.811.
Head of Retail Research MNC Sekuritas Herditya Wicaksana mengatakan, pelemahan IHSG sejalan dengan pergerakan mayoritas bursa saham Asia yang juga berada di zona merah pada perdagangan hari ini.
Padahal, aktivitas manufaktur China pada Juni 2026 menunjukkan perbaikan setelah Purchasing Managers’ Index (PMI) Manufaktur kembali berada di atas level ekspansi.Namun, sentimen positif tersebut belum mampu mengangkat minat beli investor.
“Pergerakan IHSG sejalan dengan mayoritas bursa Asia yang melemah, meskipun PMI Manufaktur China Juni 2026 berada di atas zona ekspansi,” ungkap analis yang akrab disapa Didit ini kepada Investor Daily, Selasa (30/6/2026)
Tidak hanya itu, lanjut dia, pelaku pasar juga memilih bersikap hati-hati menjelang rilis sejumlah data ekonomi penting, terutama data ketenagakerjaan Amerika Serikat (AS) yang akan menjadi petunjuk arah kebijakan suku bunga The Fed.
Sentimen Dalam Negeri








