JAKARTA, Detiktoday.com – Pergerakan harga emas dunia terus stagnan di level US$ 4.700 per troy ons, karena sentimen ketidakpastian geopolitik terus menguntungkan dolar AS sebagai aset safe-haven.
Harga emas hari ini terpantau menguat tipis 0,1% ke level US$ 4.704,3 per troy ons.
Bersamaan dengan ketidakpastian yang terus berlanjut seputar gencatan senjata dan negosiasi perdamaian antara Amerika Serikat dan Iran di Timur Tengah, para ahli mengatakan bahwa pasar emas dapat menguji kembali batas bawah yang lebih luas. Sebab harga minyak yang lebih tinggi juga memicu kekhawatiran inflasi, yang pada gilirannya memberi ruang bagi Federal Reserve (The Fed) untuk mempertahankan suku bunga.
“Karena kekhawatiran akan guncangan inflasi meningkat, bank sentral kemungkinan akan mempertahankan suku bunga tetap atau bahkan menaikkannya di masa mendatang,” kata Lukman Otunuga, analis pasar senior di FXTM, dikutip dari Kitco News, Senin (27/4/2026).
“Realitas yang agresif ini merupakan kabar buruk bagi emas yang tidak memberikan imbal hasil, meskipun sentimen risk-off,” jelasnya.
Dari sisi teknis, harga emas sempat mencapai level di bawah rata-rata selama 100 hari terakhir di kisaran US$ 4.600-4.450 per troy ons.
Namun, menurut Otunuga, jika harga emas tetap berdiri di atas US$ 4.700, pasar optimis logam mulia masih berpeluang menuju US$ 4.870 dan US$ 4.900 per troy ons.
Sementara itu, Kepala Strategi Komoditas di Saxo Bank, Ole Hansen mengatakan bahwa meskipun harga emas tetap terjebak antara US$ 4.650 dan US$ 4.850 per troy ons, pasar tetap berada pada posisi untuk memanfaatkan fundamental jangka panjang yang solid.
“Ke depan, alasan mendasar untuk emas tetap utuh. Begitu ketegangan geopolitik seputar Iran mulai mereda, fokus investor kemungkinan akan kembali pada pendorong struktural yang mendukung reli emas baru-baru ini,” ujarnya.