JAKARTA, Detiktoday.com – Koreksi pada harga emas di negara konsumen logam mulia terbesar kedua di dunia mendorong harapan terjadinya pemulihan permintaan. Harga emas di India mengalami penurunan hingga 2% ke level terendah sejak awal Mei 2026.
Dikutip dari The Straits Times, Kamis (11/6/2026) kontrak berjangka emas domestik India turun 1,93% pada 10 Juni menjadi 149.500 rupee per 10 gram, level terendah sejak 5 Mei 2026.
Penurunan harga logam mulia di India terjadi seiring kenaikan tarif impor emas dan perak menjadi 15% persen dari 6%, sebagai bagian dari upaya untuk mengekang pembelian dari luar negeri dan mengurangi tekanan pada cadangan devisa negara itu.
Pedagang lokal mengungkapkan, koreksi harga emas diharapkan dapat meningkatkan permintaan emas di India.
“Permintaan perhiasan emas telah lesu dalam beberapa minggu terakhir. Koreksi harga ini dapat mendorong pembeli untuk kembali,” kata seorang pedagang emas batangan yang berbasis di Mumbai dari sebuah bank swasta.
Di sisi lain, kenaikan tajam tarif impor emas di India memicu kenaikan kasus penyelundupan emas ilegal yang diperkirakan menembus 100 ton pada 2026.
Kepala divisi di sebuah bank pengimpor emas swasta di Mumbai mengungkapkan bahwa diskon harga emas ilegal mencapai US$ 200 per ons. Di sisi lain, penjual resmi tidak dapat menawarkan diskon melebihi US$ 10.
Diketahui, para penyelundup dapat menawarkan diskon besar karena mereka tidak membayar pajak atas emas, termasuk tarif impor dan pajak barang dan jasa sebesar 18,45%.
“Ada margin lebih dari 2,5 juta rupee untuk mengimpor satu batang emas seberat satu kilogram, yang kira-kira seukuran iPhone. Wajar jika masyarakat akan mencoba mendapatkan keuntungan cepat,” kata seorang pedagang emas di Kolkata, India.