Oleh: Mayor Jenderal TNI (Purn) Fulad (Penasihat Militer RI untuk PBB 2017)
JAKARTA || Detiktoday.com –
*Pendahuluan*
Seumur hidup saya dididik menjadi prajurit. Saya diajarkan bahwa musuh adalah siapa pun yang mengancam kedaulatan negara. Musuh itu harus dihadapi, dicegah, dan bila perlu dihancurkan.
Namun setelah pensiun, saya menemukan kenyataan yang jauh lebih mengusik. Ada musuh yang tidak datang dari seberang lautan, tidak mengibarkan bendera asing, tidak membawa tank ataupun rudal. Musuh itu duduk nyaman di balik meja, memegang pena, mengendalikan anggaran, lalu perlahan menggerogoti pertahanan bangsa dari dalam.
Musuh itu bernama korupsi.
Korupsi bukan sekadar kejahatan ekonomi. Dalam perspektif pertahanan negara, korupsi adalah pengkhianatan terhadap prajurit yang setiap hari mempertaruhkan nyawa untuk menjaga Merah Putih.