Home Entertainment Memahami Perbedaan Imlek dan Cap Go Meh dalam Budaya Tionghoa

Memahami Perbedaan Imlek dan Cap Go Meh dalam Budaya Tionghoa

Share
Share
Memahami Perbedaan Imlek dan Cap Go Meh dalam Budaya Tionghoa

Detiktoday.com – Perayaan Imlek dan Cap Go Meh kerap disebut bersamaan karena keduanya termasuk dalam rangkaian Tahun Baru Tionghoa. Namun, meski saling berkaitan, keduanya memiliki makna dan tradisi yang berbeda.

Imlek menandai awal tahun baru menurut kalender lunar Tionghoa. Perayaan ini biasanya berlangsung antara akhir Januari hingga pertengahan Februari dalam kalender Masehi, tergantung perhitungan tahun lunar. Imlek menjadi momen penting bagi keluarga untuk memulai tahun baru dengan harapan keberuntungan dan kesejahteraan.

Berbagai tradisi dilakukan selama Imlek, antara lain membersihkan rumah, sembahyang leluhur, dan memberikan angpao kepada anggota keluarga, terutama -anak. Semua ritual ini bertujuan membersihkan energi lama dan menyambut keberuntungan di tahun yang baru.

Sementara itu, Cap Go Meh, yang secara harfiah berarti “malam kelimabelas” dalam dialek Hokkien, jatuh pada hari ke-15 setelah Imlek. Cap Go Meh dikenal juga sebagai Festival Lentera, karena menandai malam bulan purnama pertama dalam kalender lunar dan sekaligus menutup rangkaian perayaan Tahun Baru Tionghoa.

Fokus Cap Go Meh berbeda dengan Imlek. Jika Imlek menekankan awal tahun dan keberuntungan, Cap Go Meh lebih menonjolkan rasa syukur dan kebersamaan. Tradisi yang kerap dilakukan antara lain menerbangkan lampion, pertunjukan barongsai, serta pagelaran budaya lainnya.

Dari sisi kuliner, Cap Go Meh memiliki hidangan khas seperti tangyuan atau bola ketan manis yang melambangkan kebersamaan dan kesatuan keluarga. Di , muncul pula hidangan akulturatif seperti lontong Cap Go Meh yang memadukan budaya Tionghoa dengan tradisi lokal Nusantara.

Secara garis besar, Imlek adalah awal dari rangkaian Tahun Baru Tionghoa, sedangkan Cap Go Meh merupakan penutup sekaligus puncak perayaan. Keduanya saling melengkapi: Imlek menekankan permulaan dan harapan, sementara Cap Go Meh menekankan syukur dan kebersamaan keluarga serta masyarakat.

Dengan memahami perbedaan ini, masyarakat dapat lebih menghargai nilai budaya Tionghoa yang kaya akan simbolisme, tradisi, dan filosofi dalam kehidupan sehari-hari.

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *