Menolak Jadi Budak AI, Jhonny Simanjuntak Ajak Gen Z Hidupkan Spirit Bung Karno

Menolak Jadi Budak AI, Jhonny Simanjuntak Ajak Gen Z Hidupkan Spirit Bung Karno

Share
Share

Jakarta , Detiktoday.com – Ketua DPC PDI Perjuangan Jakarta Utara sekaligus Anggota DPRD DKI Jakarta, Jhonny Simanjuntak, mengajak generasi muda (Gen Z) untuk mengadopsi dan menerapkan pemikiran Bung Karno di tengah masifnya gempuran teknologi, khususnya Artificial Intelligence (AI).

Pernyataan tersebut disampaikan Jhonny dalam momentum memperingati Hari Lahir ke-125 Bung Karno yang jatuh pada Sabtu (6/6/2026). 

Menurutnya, meski teknologi AI seperti ChatGPT berkembang pesat, pemikiran Sang Proklamator dinilai tetap relevan dan visioner dalam menjawab tantangan zaman.

Baca: Kisah Perjuangan Ganjar dari Mahasiswa Sampai Jadi Capres

Jhonny menegaskan bahwa Presiden Pertama RI tersebut selalu meyakini pemuda sebagai motor utama perubahan. Di era digital ini, tantangan terbesar Gen Z adalah bagaimana menjinakkan AI agar menjadi alat perjuangan, bukan justru memicu ketergantungan.

“Pemuda adalah agen sejarah. Bung Karno tidak hanya berbicara tentang semangat, tetapi juga tentang tanggung jawab ideologis. Di era AI, generasi muda harus melek teknologi sekaligus sadar arah perjuangannya,” ujar Jhonny dalam keterangannya.

Lebih lanjut, Jhonny mengingatkan bahwa pemanfaatan teknologi harus diarahkan untuk kemaslahatan masyarakat luas. Dengan memegang teguh semangat berdikari (berdiri di atas kaki sendiri), pemuda Indonesia dituntut tidak hanya menjadi konsumen teknologi, melainkan juga menjadi kreator yang menyuntikkan nilai-nilai humanis ke dalamnya.

Nilai-nilai fundamental seperti kemandirian nasional, pendidikan progresif, dan gotong royong harus menjadi kompas dalam menavigasi revolusi digital saat ini.

“AI adalah alat, tetapi arah dan nilai penggunanyalah yang menentukan apakah teknologi ini akan menjadi berkah atau petaka bagi masa depan bangsa,” tambah Jhonny.

Baca: Ganjar Ajak Kader PDI Perjuangan Perkuat Demokrasi

Bagi PDI Perjuangan, Juni selalu menjadi bulan yang sakral karena diperingati sebagai Bulan Bung Karno. Periode ini merangkum tiga momentum penting sang proklamator, yaitu:

– 1 Juni: Hari Lahir Pancasila

– 6 Juni: Hari Lahir Bung Karno

– 21 Juni: Hari Wafat Bung Karno

Peringatan Bulan Bung Karno tahun 2026 ini sengaja difokuskan pada refleksi dan kontekstualisasi ajaran Bung Karno. Tujuannya jelas: membangun Indonesia yang berdaulat secara politik, berdikari secara ekonomi, dan berkepribadian dalam kebudayaan (Trisakti) di tengah era kecerdasan buatan.

Share