Jakarta, Detiktoday.com – Anggota Komisi V DPR RI, Edi Purwanto, menyoroti keterbatasan anggaran Program Infrastruktur Berbasis Masyarakat (IBM) Kementerian Pekerjaan Umum (PU). Menurutnya, kondisi tersebut berdampak langsung terhadap kemampuan daerah membangun infrastruktur.
Edi mengatakan program IBM selama ini menjadi salah satu instrumen penting dalam mendukung pembangunan di tingkat masyarakat. Minimnya anggaran dinilai menambah beban pemerintah daerah yang juga menghadapi keterbatasan fiskal.
“Kita lihat terjadi penurunan IBM yang itu menjadi guiding masyarakat kita. Daerah hari ini merasakan kerepotan membangun infrastruktur karena Transfer ke Daerah (TKD) juga sedang dipangkas sedemikian rupa,” ujarnya dalam rapat kerja Komisi V DPR RI bersama Kementerian PU di gedung Parlemen Jakarta, dikutip Selasa (16/6/2026).
Ia meminta Kementerian PU mempertimbangkan kebutuhan setiap wilayah dalam penyusunan program dan anggaran. Menurutnya, dukungan pemerintah pusat tetap diperlukan agar pembangunan infrastruktur daerah tidak semakin tertinggal.
Edi menilai kondisi infrastruktur di berbagai daerah berpotensi memburuk jika dukungan anggaran terus berkurang. Karena itu, pemerintah perlu mencari solusi agar pembangunan tetap berjalan di tengah keterbatasan anggaran.
Ia juga menyoroti kebutuhan pembiayaan infrastruktur yang masih besar dibandingkan kemampuan fiskal saat ini. Pembahasan lebih mendalam diperlukan untuk mencari jalan keluar atas backlog pembangunan yang masih terjadi.
Menurut Edi, evaluasi program dan anggaran perlu dilakukan bersama antara Komisi V DPR RI dan Kementerian PU. Langkah tersebut diharapkan dapat menghasilkan kualitas infrastruktur yang lebih baik pada masa mendatang.