Mutiara jadi Primadona di Tengah Pelemahan RupiahMutiara jadi Primadona di Tengah Pelemahan Rupiah

Mutiara jadi Primadona di Tengah Pelemahan RupiahMutiara jadi Primadona di Tengah Pelemahan Rupiah

Share
Share

JAKARTA, Detiktoday.com – Melemahnya nilai tukar rupiah terhadap mata uang asing mulai membawa dampak positif bagi pelaku usaha mutiara di Lombok. Permintaan produk mutiara dari luar negeri, terutama Malaysia dan Singapura, mengalami lonjakan signifikan sepanjang awal hingga pertengahan 2026.

Pelaku UMKM mutiara Lombok, Indah Purwanti mengatakan bahwa peningkatan permintaan tersebut mulai terasa dalam beberapa bulan terakhir. Bahkan, permintaan dari pasar luar negeri kini tumbuh lebih cepat dibandingkan tahun sebelumnya yang didominasi konsumen domestik.

“Sendiri memang selalu ada permintaan dari luar negeri. Cuman untuk 2026 awal sampai pertengahan ini kita banyak permintaan dari Malaysia dan Singapura,” ujar Indah dalam keterangannya di Lombok, dikutip pada Sabtu (30/5/2026).

Menurutnya, peningkatan itu dipengaruhi strategi pemasaran yang lebih agresif melalui pameran internasional dan promosi digital di media sosial. Langkah tersebut membuat produk mutiara Lombok semakin dikenal wisatawan mancanegara dan pembeli luar negeri.

“Yang pertama mungkin dari marketing kita. Kita memang membidik beberapa kali pameran yang pengunjungnya juga dari luar negeri. Yang kedua, kita juga optimalkan di online, terutama di sosial media,” katanya.

Indah menjelaskan, pada tahun lalu sekitar 90% omzet usahanya masih bergantung pada pasar domestik. Namun tahun ini tren mulai berubah, terutama karena penguatan ringgit Malaysia dan dolar Singapura terhadap rupiah yang membuat harga produk Indonesia menjadi lebih kompetitif.

“Orang beli produk kita itu lebih murah dibandingkan sebelumnya. Karena penurunan nilai mata uang kita dianggap mereka barang-barang kita lebih murah jika dikurskan ke mata uang mereka,” jelasnya.

Kondisi tersebut membuat wisatawan maupun pembeli dari luar negeri semakin tertarik membeli produk khas Lombok yang memiliki nilai budaya dan unsur pariwisata.

Untuk jenis produk yang paling banyak diburu, Indah menyebut aksesori mutiara seperti kalung, anting, dan bros menjadi favorit pasar internasional. Sementara penjualan mutiara dalam bentuk butiran untuk kebutuhan bisnis antar perusahaan atau B2B justru mengalami penurunan.

“Kita lebih banyak ke aksesoris, kayak kalung, anting, bros, itu lagi banyak banget peminatnya. Kalau untuk butiran, B2B, kita lagi low,” ujarnya.

Permintaan Pasar Luar Negeri Melonjak

Share