MY Esti Lontarkan Kritik Kritis ke Badan Pusat Statistik 

MY Esti Lontarkan Kritik Kritis ke Badan Pusat Statistik 

Share
Share

Jakarta, Detiktoday.com – Wakil Ketua Komisi X DPR RI, MY Esti Wijayati, melontarkan catatan kritis kepada Badan Pusat Statistik (BPS) agar terus memperkuat metodologi statistik yang digunakan dalam proses pengumpulan dan pengolahan data. Langkah tersebut dinilai penting guna memastikan setiap data yang dipublikasikan benar-benar merefleksikan kondisi riil di lapangan.

Menurut Esti, validitas data memiliki posisi yang sangat strategis karena menjadi fondasi utama dalam pengambilan keputusan di berbagai sektor, baik oleh pemerintah, dunia usaha, investor, maupun kelompok masyarakat lainnya. Karena itu, ia menekankan pentingnya penggunaan metodologi yang tidak hanya kuat secara akademik, tetapi juga diakui dalam standar internasional.

“Ketika metodologi sudah ditetapkan dengan standar yang bisa diterima secara internasional dan diyakini secara akademis, maka tentu harapannya data statistik yang dihasilkan benar-benar mencerminkan kondisi faktual yang sebenarnya,” ujar Esti dalam keterangannya dikutip Jumat 15 Mei 2026.

Baca: Ganjar Membuktikan Dirinya Sebagai Sosok Yang Inklusif

Politisi Fraksi PDI-Perjuangan tersebut juga menyoroti masih adanya keraguan dari sebagian kalangan akademisi terhadap validitas sejumlah data statistik nasional, termasuk data pertumbuhan ekonomi. Menurutnya, skeptisisme publik terhadap angka-angka resmi tidak boleh dibiarkan terus berkembang.

Ia meminta BPS mampu menghadirkan data yang presisi dan transparan sehingga tidak memunculkan pertanyaan di tengah masyarakat.

“Kami hanya ingin mengingatkan, BPS harus bisa menghadirkan data yang tidak membuat publik bertanya-tanya, ‘benarkah seperti itu?’ Sebab data BPS digunakan di setiap lini, oleh setiap entitas, dan menjadi dasar lahirnya berbagai kebijakan,” tegasnya.

Lebih jauh, Komisi X DPR RI disebut membuka ruang partisipasi seluas-luasnya bagi akademisi dalam proses revisi Undang-Undang Nomor 16 Tahun 1997 tentang Statistik. Keterlibatan perguruan tinggi dianggap penting guna membangun harmonisasi antara statistik resmi pemerintah dan riset akademik yang berkembang di lingkungan kampus.

Esti berharap institusi pendidikan tinggi di berbagai daerah dapat dilibatkan secara aktif sesuai bidang keilmuan masing-masing sehingga cakupan penguatan statistik nasional menjadi semakin luas dan merata.

“Tentu kami berharap seluruh perguruan tinggi yang memiliki kapasitas keilmuan di bidang ini dapat dilibatkan, sehingga jangkauan dan kualitas pendampingan statistik semakin luas,” tuturnya.

Ia juga memberikan apresiasi terhadap langkah Universitas Sebelas Maret (UNS) yang dinilai telah melakukan pendampingan konkret dalam program Kelurahan Cantik di Kecamatan Banjarsari, Surakarta, khususnya dalam membantu proses validasi data di lapangan.

Baca: Ganjar-Mahfud Janji Bakal Mencetak Tenaga Kerja Terampil

Menurut Esti, keterlibatan mahasiswa dan perguruan tinggi melalui program berbasis pengabdian masyarakat menjadi bentuk kontribusi nyata dalam memperkuat kualitas data statistik nasional.

“Tadi dari UNS sudah menyampaikan bahwa mereka melakukan pendampingan. Dulu dikenal sebagai Program Magang Mahasiswa Merdeka, sekarang konsepnya lebih berdampak. Jadi kerja nyata mahasiswa benar-benar diarahkan untuk mendukung validitas data BPS,” jelasnya.

Ia berharap model kolaborasi serupa dapat diterapkan secara masif di berbagai wilayah Indonesia. Dengan demikian, kapasitas sumber daya manusia di bidang statistik daerah dapat meningkat dan validitas data hingga level paling kecil tetap terjaga serta dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah maupun administratif

Share