Harga Emas Menguat, Berpeluang Menuju US$ 5.005 per Ons Troi

Pakar Wanti-wanti Tekanan Harga Emas Belum BerakhirPakar Wanti-wanti Tekanan Harga Emas Belum Berakhir

Share
Share

Chief Business Officer B2BROKER Group John Murillo menilai, tekanan terhadap emas kemungkinan masih berlanjut dalam jangka pendek seiring meningkatnya ekspektasi pasar terhadap sikap hawkish The Fed. Konflik Timur Tengah dan kenaikan harga energi membuat risiko inflasi semakin besar sehingga pasar mulai memperhitungkan peluang kenaikan suku bunga tambahan dari bank sentral AS.

Murillo bahkan memperkirakan, harga emas berpotensi turun menuju US$ 4.000 per ons troi apabila tekanan pasar semakin besar. Meski demikian, ia tetap optimistis prospek jangka panjang emas masih kuat karena bank sentral dunia terus meningkatkan cadangan logam mulia.

Sementara itu, analis TD Securities menilai kenaikan yield obligasi saat ini lebih dipicu ekspektasi inflasi dan ketahanan ekonomi AS dibanding kekhawatiran terhadap defisit fiskal. TD Securities memperkirakan harga emas berpotensi menguji support di kisaran US$ 4.350 per ons troi apabila pasar semakin agresif memperhitungkan kenaikan suku bunga The Fed.

Senior Market Analyst Trade Nation David Morrison mengatakan, peluang kenaikan suku bunga The Fed kembali meningkat dalam beberapa pekan terakhir. “Pasar kini mulai memperkirakan peluang kenaikan suku bunga sebelum akhir tahun lebih besar dibanding sebelumnya dan kondisi itu berpotensi menekan harga emas,” ujarnya.

Pekan depan, pasar juga akan mencermati sejumlah data ekonomi penting AS seperti indeks kepercayaan konsumen, revisi produk domestik bruto (PDB), hingga data inflasi Personal Consumption Expenditures (PCE) yang menjadi acuan utama The Fed dalam menentukan arah kebijakan suku bunga.

Share