Pantau Karhutla dari Udara, Herman Deru Pastikan Penanganan di Sumsel Tepat Sasaran – Detiktoday.com

Pantau Karhutla dari Udara, Herman Deru Pastikan Penanganan di Sumsel Tepat Sasaran – Detiktoday.com

Share
Share

Detiktoday.com, PALEMBANG – Penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Sumatera Selatan terus diperkuat. Gubernur Sumsel Dr. H. Herman Deru turun langsung memantau kondisi karhutla melalui patroli udara, sekaligus mengecek pelaksanaan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) di Lanud Sri Mulyono Herlambang (SMH), Palembang, Kamis (27/8/2026).

Patroli udara dilakukan untuk memantau kawasan yang sulit dijangkau melalui jalur darat. Dalam pemantauan tersebut, Herman Deru didampingi Bupati Ogan Komering Ilir (OKI) Muchendi Mahzarekki serta jajaran terkait.

Herman Deru mengatakan, pemantauan dari udara penting dilakukan agar pemerintah dapat memperoleh gambaran langsung mengenai kondisi karhutla di lapangan.

“Ini tidak bisa dijangkau pakai patroli darat. Karena itu, kita lakukan patroli udara untuk melihat langsung kondisi yang ada,” ujar Herman Deru.

Menurutnya, pemantauan melalui udara juga menjadi bagian dari upaya memastikan langkah penanganan karhutla dilakukan berdasarkan kondisi aktual di lapangan.

“Kita akan turun lagi ke lapangan untuk melihat kondisi yang ada,” katanya.

Selain patroli udara, Herman Deru juga memantau pelaksanaan OMC yang saat ini difokuskan untuk membantu menambah peluang terjadinya hujan di wilayah yang membutuhkan.

Ia menyebutkan, pelaksanaan modifikasi cuaca di Sumsel telah berlangsung secara intensif sejak Mei 2026.

“Sampai akhir Agustus ini sudah 53 kali penebaran garam dilakukan sejak bulan Mei,” ungkapnya.

Herman Deru menjelaskan, dalam pelaksanaan OMC, material berupa garam atau natrium klorida (NaCl) disemai ke awan yang memiliki kandungan air dengan harapan dapat memicu proses hujan.

“Kalau kemarin di beberapa titik terjadi hujan, itu salah satu dampak dari penaburan NaCl ini,” ujarnya.

Ia menambahkan, dalam satu gelombang pelaksanaan OMC terdapat sejumlah sortie penerbangan untuk melakukan penyemaian.

“Kalau ditotal, satu gelombang itu 24 sortie. Sudah 48, sama ini menjadi 53 kali,” jelas Herman Deru.

Pesawat yang digunakan dalam operasi tersebut telah dimodifikasi untuk mendukung proses penyemaian. Pada bagian bawah pesawat terdapat lubang khusus yang digunakan untuk menebarkan garam ke dalam awan.

Untuk pelaksanaan OMC kali ini, penyemaian difokuskan ke wilayah Kabupaten OKI yang menjadi salah satu daerah yang membutuhkan penanganan karhutla secara intensif.

“Hari ini kita monitoring OMC yang tengah fokus penyemaian garam di kawasan Kabupaten OKI. Sekarang ini lagi fokus di OKI,” tegasnya.

Herman Deru mengatakan, upaya penanganan karhutla tidak hanya mengandalkan satu metode. Pemantauan lapangan, patroli udara, penanganan titik api hingga modifikasi cuaca terus dilakukan secara bersamaan.

“Ini kita lakukan untuk melihat langsung kondisi yang ada,” katanya.

Terkait luasan lahan terbakar, Herman Deru menyebut sejak ditetapkannya status kedaruratan karhutla Sumsel 2026, total luas lahan yang terdampak mencapai sekitar 1.950 hektare.

Namun, kondisi terkini menunjukkan adanya penurunan luasan lahan yang masih terbakar setelah berbagai upaya penanganan dilakukan.

“Kalau hari ini, 93 hektare itu di gambut, sisanya sekitar 33 hektare di lahan mineral,” ungkapnya.

Karhutla tersebut diketahui tersebar di tujuh kabupaten/kota di Sumsel. Pemerintah daerah bersama unsur terkait terus melakukan pemantauan untuk mencegah meluasnya kebakaran.

Herman Deru juga menyoroti perkembangan kualitas udara di sejumlah wilayah Sumsel. Menurutnya, kondisi udara mulai menunjukkan perbaikan seiring berkurangnya jumlah hotspot dan adanya faktor angin yang membantu mengurangi konsentrasi asap.

“Perbaikan kualitas udara bisa karena didorong angin, bisa juga ditambah dengan penurunan jumlah hotspot,” jelasnya.

Ia mengingatkan, membaiknya kondisi udara tidak berarti penanganan karhutla dapat dihentikan. Pemantauan dan pencegahan tetap harus dilakukan untuk mengantisipasi munculnya titik api baru.

Karena itu, patroli udara dan pemantauan dari posko induk di Lanud SMH akan terus menjadi bagian penting dalam strategi penanganan karhutla Sumsel.

Posko tersebut menjadi salah satu pusat monitoring sekaligus perencanaan penanggulangan karhutla, termasuk memantau pelaksanaan OMC.

Dalam kegiatan tersebut, Herman Deru turut didampingi unsur Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Lanud SMH dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumsel.

Pemantauan secara langsung ini dilakukan untuk memastikan seluruh upaya penanganan karhutla di Sumsel berjalan cepat, terkoordinasi dan tepat sasaran.

Share