JAKARTA, Detiktoday.com – Permintaan emas global diperkirakan melemah pada 2026 seiring penurunan pembelian perhiasan dan berkurangnya akumulasi emas oleh bank sentral. Namun, harga emas justru diproyeksikan terus melesat dan mencetak rekor tertinggi sepanjang masa (all time high/ATH) baru.
Dikutip dari Kitco, lembaga riset logam mulia Metals Focus dalam laporan Gold Focus 2026 memperkirakan harga emas rata-rata sepanjang tahun ini mencapai US$ 4.920 per ons troi, melonjak 43% dibandingkan tahun sebelumnya.
Kenaikan tersebut terjadi meskipun total permintaan emas global diperkirakan menurun. Penurunan konsumsi perhiasan dan pembelian bank sentral diperkirakan hanya sebagian tertutupi oleh meningkatnya minat investor terhadap emas batangan dan koin.
Direktur Gold and Silver Metals Focus Matthew Piggott mengatakan, emas mencatat kinerja luar biasa pada 2025 dengan kenaikan harga mencapai 44%, terbaik sejak 1980.
Meski pembelian bersih bank sentral turun sekitar 22% menjadi 848 ton pada 2025, level tersebut masih jauh lebih tinggi dibandingkan rata-rata sebelum 2022. Menurutnya, bank sentral tetap memainkan peran strategis dalam mendukung pasar emas global.
“Untuk pertama kalinya, investasi fisik dalam bentuk emas batangan dan koin diperkirakan melampaui perhiasan sebagai komponen terbesar permintaan emas dunia,” ujar Piggott.
Piggott menambahkan, pergeseran preferensi konsumen terlihat jelas di China dan India. Permintaan investasi emas fisik di China melonjak 28%, sedangkan di India meningkat 17% pada tahun lalu.
Meski harga emas sempat terkoreksi setelah reli besar pada awal tahun, Metals Focus menilai faktor-faktor pendukung penguatan emas masih tetap kuat.
Ketidakpastian kebijakan Amerika Serikat (AS), kekhawatiran terhadap prospek jangka panjang dolar AS, risiko geopolitik yang tinggi, serta valuasi pasar saham yang dinilai mahal masih menjadi alasan investor mempertahankan emas sebagai aset lindung nilai (safe haven).
“Faktor-faktor yang mendorong kenaikan emas pada 2025 masih tetap ada dan diperkirakan berlanjut hingga akhir 2026 bahkan setelahnya,” kata Piggott.
Tekanan Hanya Sementara